Peternak Sapi Bali Kawasan Timpeh Sijunjung Dihantui Virus Jimbaran

oleh
Aswadi sedang mengembala sapi di kebun sawit

SIJUNJUNG, PETISI.CO – Banyaknya binatang ternak sapi bali yang mati di kawasan Timpeh pada dua bulan terakhir,  sangat mengganggu dan menghantui para petani peternak.

Bagaimana tidak, sekitar 42 ekor sapi di wilayah eks pemukiman transmigrasi Timpeh 4, 5, 6 dan 7 yang dihuni sekitar 3000 kepala keluarga, yang bermata pencarian petani perkebunan kelapa sawit dan ternak sapi bali, kini nasipnya terancam.

Alasannya, daerah yang sekarang masuk dalam wilayah administrasi Nagari Kamang Kecamatan Kamang Baru Kabupaten Sijunjung Sumatera Barat ini adalah daerah perkebunan kelapa sawit yang ditumpang sari dengan peternakan sapi bali yang pupulasinya diperkirakan ada sekitar 2200 ekor.

“Sapi bali saya 18 ekor yang saya gembalakan di kebun sawit sudah saya jual, karena sapi saudara saya indukan 4 ekor yang sebulan lalu beli dari Ujung Batu Provinsi Riau, tiba – tiba mati. Jadi saudara saya belum sebulan sudah rugi Rp 44 juta,  saya takut.”

Informasi yang  berkembang, yang menyebabkan kematian sapi itu akibat terjangkit virus jembrana. Seperti dikatakan Subandi, warga Timpeh 4  kepada petisi.co di warung kopi Sutopo di Pasar Kamang Makmur Selasa (11/4/2017).

M Nurochman sepulang dari pasar ternak.

Sementara itu, Muhammad Nurochim (43) warga  Jorong Kamang  Bakti, pedagang ternak lintas provinsi ini menyampaikan,  ” Awalnya saya dapat informasi dari kawan – kawan sesama pedagang, bahwa harga ternak di wilayah Provinsi Riau agak miring, tetapi saya tidak belanja di situ ada kawan saya tetangga sebelah yang membeli dari situ dapat 3 hari, sebelum dijual sapi tidak mau makan hanya minum dan telinganya lemas, di hari ke empat, tiba-tiba mati,” ujarnya.

Masih kata Rochim, yang pernah nyantri di salah satu Pondok Pesantren di Banyuwangi Jawa Timur,   petugas peternakan pernah datang untuk melihat sapi yang sakit, tetapi hanya memberikan disinvektan untuk sanitasi kandang.

“Padahal, keinginan saya sapi agar divaksin,” ujarnya.

Di lain tempat, Aswadi (46), warga Kurnia Kamang Timpeh 5 yang sedang menggembalakan 6 3kor sapinya menyampaikan, “Memang,  saya sudah mendengar dan melihat sapi yang sedang sakit kena virus Jembrana, saya berharap kepada pemerintah Kabupaten Sijunjung, segera turun tangan, agar peternak tidak mengalami perasaan was-was,” harapnya.(gus)