Pilkada Surabaya 2020, Unsur Masyarakat Madura Layak Dilirik Machfud Arifin

oleh -48 Dilihat
oleh
Iksan saat diwawancarai wartawan.
-->

SURABAYA, PETISI.CO – Bakal Calon Wali Kota Surabaya, Machfud Arifin diharapkan mau melirik bakal calon wakil wali Kota Surabaya dari unsur masyarakat Madura di Surabaya untuk mendampinginya dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Surabaya 2020.

Etnis Madura di Surabaya dinilai memiliki potensi besar dalam meraup suara. Mereka banyak terkonsentrasi di pasar-pasar tradisional di Surabaya serta Surabaya bagian utara yang padat.

“Dari beberapa nama yang muncul, ada M Soleh (pengacara) dan RPA Mujahid Ansori (politisi). Keduanya layak mendampingi pak Machfud Arifin,” kata Iksan Kamil Sahri, Koordinator Jaringan Madura Milenial kepada wartawan di Surabaya, Kamis (9/7/2020).

Dijelaskan, dua sosok tokoh Madura ini memiliki karakter yang cukup berbeda. Jika Soleh dikenal sebagai pengacara ulung yang sering menang perkara di Mahkamah Konstitusi (MK). Mujahid Ansori justru dikenal sebagai tokoh politisi kawakan sekaligus muballigh serta tempat para masyarakat Madura di Surabaya berkonsultasi.

Popularitas M Soleh saat ini, jelas lebih tinggi dibanding Mujahid Ansori. Hanya popularitasnya ini tidak dibarengi dengan elektabilitas yang tinggi.

“Dalam beberapa kali kontestasi kepala daerah di Surabaya dan Sidoarjo, nama Soleh ini timbul tenggelam,” ucapnya.

Salah satu sebabnya konon karena elektabilitas Soleh ini rendah. Ia mirip dengan kasus Yusril Ihza Mahendra di tingkat nasional, popularitasnya tinggi tapi elektabilitasnya rendah.

Sehingga dalam konteks tokoh seperti ini relatif susah untuk dinaikkan elektabilitasnya. Berbeda dengan Mujahid. Iksan menyebut memang tidak terlalu dikenal di media, tapi justru ini menjadi poin bagi Mujahid.

Mengingat Mujahid adalah tokoh kawakan yang memiliki segudang pengalaman. Mulai perlawanannya pada pemerintah Orde Baru hingga duduk di kursi dewan provinsi Jawa Timur selama tiga periode.

“Dunia pemerintahan bukanlah hal yang asing bagi dirinya. Ini adalah benefit yang dibutuhkan oleh Mahfud Arifin,” ungkapnya.

Tokoh seperti Mujahid, lanjutnya, jika dikenalkan ke publik secara masif, maka elektabilitasnya diperkirakan akan meningkat pesat. Unsur bahwa dia adalah tokoh agama yang sering menyapa masyarakat Madura selama iniĀ  juga menjadi nilai plus di sini.

“Ia sudah punya modal sosial itu,” ucapnya.

Modal sosial lain yag dimiliki oleh Mujahid, tambahnya adalah jaringan yang dapat digerakkan. Ia adalah ketua IKA-PMII Jawa Timur(2009-2016) dan sampai saat ini menjadi Sekretaris Majelis Pertimbangan di organisasi yang sama.

Jaringan PMII ini sangat bisa digerakkan seperti yang dilakukan pada Khofifah pada perhelatan pilkada lalu. Basis Surabaya sebagai masyarakat Islam yang terafiliasi ke NU menjadi ladang besar bagi jaringan PMII Mujahid untuk bergerak.

Ditambah lagi, Mujahid juga menjadi tokoh Ikatan Keluarga Madura (Ikama) yang sangat dihormati di sana.

“Sehingga dengan jumlah komunitas Madura yang besar serta terkenal loyal kepada pemimpinnya, Mujahid bisa menjadi alternatif sebagai pasangan MA jika ingin mendulang suara,” katanya.

Bagaimana dengan nama Lia Istifhama, Gus Han, dan Dwi?. Iksan menilai ketiganya ini tak solid baik di tingkatan elit nahdliyin di Surabaya juga di akar rumput.

“Nama mereka juga dianggap tidak terlalu menjual,” cetusnya. (bm)

No More Posts Available.

No more pages to load.