Pinjam Motor, Dijual, Masuk Tahanan

oleh
Terdakwa Sintia Aprilia Sari.

SURABAYA, PETISI.CONekat benar yang dilakukan Sintia Aprilia Sari. Pinjam motor temannya, kemudian lapor di bawa kabur orang. Padahal, motor pinjaman itu dijual dengan harga murah. Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, Sintia diadili di ruang Kartika 1, Pengadilan Negeri Surabaya, Rabu (11/5/2022).

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Deddy Arisandi dari Kejari Surabaya, dalam dakwaannya, menyatakan terdakwa melakukan tindak pidana

“Memalsu surat, diperuntukkan sebagai bukti dari sesuatu hal, surat tersebut seolah-olah isinya benar dan tidak dipalsu”

Sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 263 ayat (1) Jo Pasal 55 ayat (1) ke- 1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Saksi Rizky Bagus Dhuhari, beralamat di jalan Manukan Lor Surabaya. Saksi korban itu mengatakan, terdakwa Sintia datang kerumahnya untuk meminjam sepeda motor, untuk menemui orangtuanya.

Terdakwa Sintia yang tinggal di rumah kos Jalan Dukuh Kupang Timur, membawa sepeda motor Yamaha Mio milik Rizky, berikut STNK asli. Namun diperjalanan, sekitar daerah Petemon terdakwa menjual sepeda motor pinjaman tersebut.

Saksi Rizky menerangkan, dirinya mendapat telepon dari terdakwa kalau sepeda motornya dibawa kabur seseorang yang menolong saat motor tersebut mogok. Rizky dan terdakwa Sintia melaporkan peristiwa kehilangan tersebut ke Polsek Wonokromo.

Sidang akan dilanjutkan Rabu pekan depan, masih mendengarkan keterangan saksi lainnya.

Berawal pada 31 Januari 2022 sekira pukul 07.00, bertempat di kos Jalan Dukuh Kupang Timur Gang XX No. 781 Surabaya, Sintia meminjam sepeda motor Yamaha Mio L-3432-BT warna putih. STNK nya atas nama Abdul Halim, beralamat di Jala Hangtuah V/27 Surabaya. Kepada saksi Rizky, Terdakwa Sintia beralasan motor dipakai untuk menemui orangtuanya.

Saat melewati Jalan Petemon Surabaya, terdakwa menghampiri saksi Karsono, untuk menjual sepeda motor tersebut seharga Rp 2 juta. Hanya ada STNK asli, sedangkan BPKB masih di Adira Finance. Karsono menawar Rp 1,6 juta, dan terjadi kesepakatan.

Selanjutnya terdakwa menghubungi Rizky, namun tidak diangkat, sampai akhirnya Rizky balik menelpon terdakwa Sintia. Saat itu terdakwa mengatakan kalau sepeda motor dibawa kabur seseorang di depan SMPN 32 Jalan A Yani/6-8 Surabaya. Saat itu, masih kata Sintia, motor tersebut mogok, kemudian meminta tolong orang. Saat sepeda motor menyala, langsung dibawa kabur.

Selanjutnya saksi Rizky dan terdakwa melapor ke Polsek Wonokromo, agar mendapatkan bukti Laporan Polisi guna meyakinkan saksi Rizky. Bahwa motornya benar- benar hilang. Faktanya motor tersebut dijual oleh terdakwa.

Setelah kejadian itu, saksi Rizky memberitahukan kalau sepeda motor miliknya ada dilaman Facebook Moch Abdul Aziz dijual seharga Rp 2,7 juta. Selanjutnya saksi Musoleh dan saksi Sachyudi Imam, anggota Polsek Wonokromo melakukan tawar menawar dengan harga Rp 2,450 juta. Tawaran itu disetujui dan si penjual memberikan alamatnya.

Saksi Sachyudi Imam anggota Polsek Wonokromo, melakukan interograsi kepada Aziz si penjual. Aziz pun mengaku membeli sepeda motor tersebut dari Karsono seharga Rp 2,450 juta. Sementara itu saksi Karsono menjelaskan, dia membeli sepeda motor tersebut dari terdakwa Sintia seharga Rp 1,6 juta.

Atas kejadian tersebut, saksi Rizky Bagus Dhuhari menderita kerugian sebesar Rp 4 juta. (pri)

No More Posts Available.

No more pages to load.