Pj Gubernur Adhy Apresiasi Para Ujung Tombak Penanggulangan Masalah Sosial

oleh -241 Dilihat
oleh
Pj Gubernur Adhy (dua dari kanan) dan Gus Ipul jadi Nara sumber di acara dialog Pilar Kessos Jatim bareng Gua Mensos RI

Surabaya, petisi.co – Pj Gubernur Jawa Timur (Jatim) Adhy Karyono melakukan Dialog Pilar Kesejahteraan Sosial (Kessos) Bersama Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf, di Halaman Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Kamis (10/10) malam.

Dipandu oleh Suko Widodo, Dosen Universitas Airlangga sekaligus Pakar Komunikasi, dialog ini semarak dengan turut menghadirkan Maliki sebagai Plt Deputi Kependudukan dan Ketenagakerjaan/Direktur Penanggulangan Kemiskinan dan Pemberdayaan Masyarakat Bappenas RI.

Di kesempatan ini, Pj. Gubernur Adhy menyampaikan apresiasi Kemensos RI dan Dinas Sosial Jatim yang selama ini terus memberi perhatian dalam penyelesaian masalah sosial di Jatim. Yang mana dalam penyelesaian masalah-masalah sosial di Jatim ini sangat mengandalkan para pilar kesejahteraan sosial.

“Terima kasih kepada teman-teman pilar kesejahteraan sosial selaku ujung tombak peningkatan upaya pemberdayaan khususnya dalam menanggulangi berbagai masalah kesejahteraan sosial. Mari kita sukseskan program-program kesejahteraan sosial di bawah komando Menteri Sosial yang baru,” ujarnya.

Dialog ini dinilai bisa menjadi sarana sinergi bersama dalam meningkatkan penanganan permasalahan kesejahteraan sosial serta mengentaskan kemiskinan yang lebih baik lagi.

“Kami optimis pertemuan ini bisa menjadi sarana peningkatan kolaborasi antara Pusat dan Daerah,” ucapnya.

Tidak hanya itu, Adhy juga menyorot komitmen Pemprov Jatim menurunkan angka kemiskinan. Sehingga berdasarkan data BPS, per Maret 2024 angka kemiskinan Jatim menyentuh angka 1 digit sebesar 9,79%. Capaian tersebut tidak lepas dari pilar – pilar sosial dan program sosial yang sudah tepat.

“On the track. Program Keluarga Harapan (PKH)  juga merupakan salah satu program percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem (PPKE) Pemprov Jatim,” tambahnya.

Menurut Adhy, PKH adalah program pemberian bantuan sosial kepada keluarga miskin untuk mensejahterakan masyarakat. Bantuan ini, tidak hanya diberikan kepada ibu, ibu hamil, dan anak sekolah, melainkan juga bagi lanjut usia dan penyandang disabilitas.

“PKH merupakan program yang sangat bagus. Pasalnya di negara berkembang, PKH adalah obat mujarab untuk menuntaskan mata rantai angka kemiskinan,” paparnya.

Karenanya, Adhy menyampaikan terima kasih kepada Kemensos yang telah memberikan bantuan sosial kepada 1,6 Juta dari Keluarga PKH dan BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai). “Sekaligus PKH Plus yaitu PKH lansia 70 tahun keatas di 38 Kabupaten Kota di Jatim,” tandasnya.

Adhy juga mengungkapkan kesiapan Pemprov Jatim dalam mendukung implementasi seluruh inovasi program kesejahteraan sosial kedepannya sehingga mampu mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat Indonesia

“Dalam UU, Pemprov adalah perpanjangan tangan Pemerintah Pusat, inilah kami siap melaksanakan tugas – tugas yang menjadi kewenangan Pemerintah Pusat di bidang sosial,” ucapnya.

Menteri Sosial Republik Indonesia Saifullah Yusuf memuji kemampuan dan keahlian Pj Gubernur Adhy yang telah berkecimpung cukup lama di Kementerian Sosial (Kemensos) sebelum menjabat sebagai Pj Gubernur Jatim. “Pak Adhy ini pakarnya di Kemensos, maka saya ingin belajar langsung dengan beliau,” pujinya.

Kerja Kemensos, lanjutnya, tentu didalamnya adalah pilar – pilar sosial yang malam ini hadir. Tentu banyak prestasi yang dicatat sebagai sebuah legacy yang akan kita tingkatkan di masa yang akan datang.

“Dengan modal itu, kita lakukan inovasi, koreksi dan evaluasi sambil membuat sesuatu yang baru sebagai bagian dari mempercepat kesejahteraan sosial,” ujarnya.

Pria yang sering disapa sebagai Gus Ipul ini menyebutkan akan banyak tantangan yang akan dijumpai. Namun yang perlu digaris bawahi adalah semua orang harus mendapatkan perlindungan dan jaminan sosial dimana kebutuhan dasar terjamin dan diberdayakan.

“Kita akan konsolidasi ke dalam secara menyeluruh termasuk pilar sosial agar lebih bisa menjalankan tugas dengan efektif agar target kita untuk penurunan kemiskinan sesuai target, kemudian juga terpenuhinya perlindungan sosial sepanjang hayat,” jelasnya.

Di sisi lain, Kepala Dinas Sosial Restu Novi Widiani mengatakan latar belakang dialog ini harapannya adalah sukacita menyambut kedatangan Menteri Sosial yang baru serta refleksi dan sinkronisasi program prioritas dari Kemensos sampai Kab/Kota di Jatim sesuai dengan tagline Ulang Tahun Pemprov Jatim.

“Bersama bersatu untuk Jatim Maju. Mari mulai sekarang titik nol Kemensos, Provinsi sampai dengan Kab/Kota bersama bersatu untuk Jatim Maju. Ini adalah wadah aspirasi antara pilar kesejahteraan sosial dengan Pemerintah Pusat dan Daerah dalam penanganan kesejahteraan sosial,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, juga dilakukan penyerahan apresiasi secara simbolis atau tali asih berupa buku tabungan berisi uang tunai sebanyak Rp 500.000 kepada 3 orang perwakilan pilar kesejahteraan sosial (TKSK, Tagana dan PKH) oleh Pj Gubernur Adhy Karyono dan Menteri Sosial RI. (bm)

No More Posts Available.

No more pages to load.