Pj Gubernur Adhy: Tiga Pilar Desa/Kelurahan Ujung Tombak Keamanan dan Ketertiban

oleh -212 Dilihat
oleh
Pj Gubernur Adhy menerima penghargaan yang diserahkan Dahlan Iskan (kiri)

Surabaya, petisi.co – Pj Gubernur Jawa Timur (Jatim) Adhy Karyono mengatakan bahwa tiga pilar desa/kelurahan yakni kepala desa/lurah, Bintara Pembina Desa (Babinsa), serta Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban (Bhabinkamtibmas) merupakan ujung tombak keamanan dan ketertiban masyarakat.

Hal tersebut disampaikannya dalam Anugerah Patriot Jawi Wetan (APJW) II Tahun 2024 di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Kamis (24/10) malam.

Penganugerahan ini merupakan inisiasi Pemprov Jatim, Polda Jatim, Kodam V Brawijaya, dan Menteri BUMN periode 2011-2014 sekaligus founder Harian Disway Dahlan Iskan sebagai bentuk apresiasi atas kolaborasi dan sinergi dari ketiganya.

“Kami berikan suatu penghormatan yang setinggi-tingginya. Penghargaan dan apresiasi terhadap ujung tombak yang melaksanakan pembangunan di paling bawah. Yang dalam kesehariannya bersentuhan langsung dengan masyarakat yang dibina,” ujar Adhy.

Menurutnya, program-program pembangunan berjalan dengan baik berkat ketertiban dan keamanan yang terjamin. Salah satu indikator keberhasilan ujung tombak ini, adalah kondusifitas Jatim saat Pilpres dan Pileg lalu.

“Jatim selalu mendapatkan warning potensi konflik yang besar. Tetapi yang terjadi begitu dilaksanakan, ternyata pesta demokrasi kita sangat sukses itu semua berkat kontribusi teman-teman Patriot Jawi Wetan ini,” paparnya.

Pihaknya mengingatkan bahwa masih akan ada ‘ujian’ kedua, yakni Pilkada serentak pada November mendatang. Sehingga kolaborasi tiga pilar andalan ini akan sangat diperlukan.

“Kami yakin bahwa Jatim akan kembali menjadi barometer pesta demokrasi yang berjalan aman, tertib, nyaman, dan kondusif. Sehingga pada akhirnya kita bisa mendapatkan seorang kepala daerah yang kita inginkan dan yang dicintai oleh masyarakatnya,” tuturnya.

Kapolda Jatim Irjen Pol Imam Sugianto mengatakan bahwa geografis dan populasi Jatim yang masif secara alami memiliki kompleksitasnya sendiri. Sehingga tugas kepala desa/lurah, Babinsa, serta Bhabinkamtibmas menjadi sangat vital.

“Peningkatan kompleksitas yang terjadi di wilayah Jatim ini utamanya terkait dengan globalisasi dan kesenjangan ekonomi dan lain sebagainya. Ini betul-betul membutuhkan sinergisitas dan tentunya kolaborasi dari kita semua,” katanya.

Dari 8.494 desa atau kelurahan di Jatim, lanjutnya, kita sudah bisa dipenuhi 7.731 atau sekitar 91 persen. Nantinya akan diupayakan terus Babinsa maupun Bhabinkamtibmas untuk bisa memenuhi jumlah desa maupun kelurahan yang ada di Jatim.

“Karena dengan hadirnya mereka mampu berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif,” tandasnya.

Penghargaan APJW 2024 diberikan kepada tiga pilar dari berbagai desa dan kelurahan dari penjuru Jatim. Terbagi ke dalam beberapa kategori. Penghargaan diberikan untuk mereka yang unggul dalam Inovasi Harkamtibmas, Pertahanan, Inovasi Pembangunan dan Pelayanan Publik, Sinergi Antarlembaga, Partisipasi Masyarakat, Implementasi Program Nasional, serta Inovasi Komunikasi Publik.

Penghargaan utama yakni Tiga Pilar Desa Terbaik Anugerah Patriot Jawi Wetan 2024 yang diberikan langsung oleh Pj Gubernur Jatim, Kapolda Jatim, serta Kasdam V/Brawijaya yang mewakili Pangdam V/Brawijaya. Ketiga pemenang merupakan tiga pilar yang berhasil menampilkan kinerja membanggakan di ketujuh kategori tersebut.

Juara pertama diraih oleh Kelurahan Gadang, Kec Sukun, Kota Malang yang mendapatkan satu unit mobil Wuling. Juara kedua diraih oleh tiga pilar Desa Jarakan, Kec Gondang, Kab Tulungagung yang dihadiahi tiga unit motor listrik.

Sedangkan Juara ketiga diraih oleh kepala desa, Babinsa, serta Bhabinkamtibmas dari Desa Sumber Rokap, Kec Krocok, Kab Bondowoso sehingga mereka berhak mendapatkan tiga unit tablet.

Penilaian untuk APJW 2024 ini diikuti oleh 190 desa/kelurahan yang asesmennya berjalan mulai dari 29 April hingga 24 Oktober. Para peserta mengikuti seleksi administrasi, presentasi online untuk 114 besar, dan akhirnya penjurian langsung di lapangan untuk 20 besar.

Selain untuk penghormatan kepada para pilar desa/kelurahan, APJW juga diadakan untuk memperingati Hari Bhayangkara ke-78, HUT ke-79 Tentara Nasional Indonesia, dan HUT ke-79 Provinsi Jatim. (bm)

No More Posts Available.

No more pages to load.