Surabaya, petisi.co – Penjabat Sementara (PJs) Wali Kota Surabaya, Restu Novi Widiani, melakukan peninjauan terhadap pelaksanaan uji coba program makan gratis bergizi di SD Negeri Wonorejo V/316, Jalan Tempel Sukorejo, pada Rabu (23/10/2024). Peninjauan ini bertujuan untuk memastikan kelancaran uji coba program tersebut di Kota Pahlawan.
Dalam kunjungannya, PJs Wali Kota Restu Novi didampingi oleh sejumlah pejabat kota, termasuk Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Yusuf Masruh, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Anna Fajriatin, serta beberapa pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya.
“Saya datang untuk memantau kesiapan Pemkot Surabaya dalam menjalankan program makan gratis ini. Alhamdulillah, di SDN Wonorejo V/316 pelaksanaannya sudah berjalan lancar dengan pengawasan guru-guru,” ujar Restu Novi.
Menurut Restu Novi, uji coba ini adalah persiapan menghadapi program makan gratis yang akan diluncurkan secara serentak oleh pemerintah pusat. Diharapkan, ketika program ini resmi berjalan, setiap sekolah sudah memiliki standar operasional yang jelas.
“Program ini sangat penting sebagai upaya menuntaskan stunting dan menyambut generasi emas 2024. Kami ingin memastikan semua berjalan baik dari sekarang,” jelasnya.
Setelah tinjauan, Restu Novi memberikan beberapa catatan untuk evaluasi ke depan. Di antaranya adalah peningkatan variasi menu agar siswa tidak bosan, serta memastikan pemenuhan gizi dalam setiap porsi makanan.
“Saya rasa variasi menu dan cara penyajiannya harus lebih menarik. Meskipun bahan dasarnya sederhana, seperti telur dan ayam, jika diolah dengan kreatif akan lebih menarik bagi anak-anak,” tambahnya.
Restu Novi juga berharap bahwa uji coba di Surabaya dapat menjadi contoh bagi daerah lain, khususnya di Jawa Timur. Hasil evaluasi dari uji coba ini akan dilaporkan pada November dan digunakan sebagai acuan untuk penyusunan standar operasional program tersebut.
Di sisi lain, Kepala Dispendik, Yusuf Masruh, menekankan pentingnya pendidikan karakter dalam program ini. Ia menjelaskan bahwa setiap siswa harus dilibatkan dalam proses distribusi makanan hingga pengelolaan sampahnya.
“Program makan gratis ini harus menanamkan tanggung jawab kepada siswa. Mulai dari berdoa sebelum makan, membantu mendistribusikan makanan, hingga membuang sampah pada tempatnya. Kebiasaan ini diharapkan terbawa hingga di luar sekolah,” jelas Yusuf.
Ia juga menambahkan bahwa uji coba ini melibatkan sinergi antar-OPD, termasuk pengawasan pemenuhan gizi oleh Dinas Kesehatan serta keterlibatan UMKM dalam penyediaan makanan, yang dikoordinasikan dengan Dinas Koperasi dan UKM.
Sebagai informasi, saat ini uji coba makan gratis bergizi dilaksanakan di lima sekolah, yaitu SD Negeri Klampis Ngasem III, SD Negeri Menur Pumpungan, SD Negeri Wonorejo V, SD Negeri Lidah Kulon IV, dan SD Negeri Margorejo V di Surabaya. (dvd)







