PK5 Di Depan GOR Jombang Ditertibkan

oleh
Kabid Trantib Satpol PP saat memberi solusi kepada PK5

JOMBANG, PETISI.COTim Opsi (Operasi Solusi) P2K5 (penataan dan penertiban Pedagang kaki Lima) menertibkan PK5 es degan yang berlokasi di depan GOR Jombang. Penertiban dipimpin Ali Arifin, Kabid Trantib Satpol PP Kabupaten Jombang yang juga sebagai ketua operasi solusi.

Ali mengatakan, operasi solusi PK5 dilakukan atas dasar perintah dari Pjs Bupati Jombang kepada Kasatpol. Bahwa Satpol PP mendapat tugas tambahan menata (bukan wewenang Satpol ) maka Satpol PP menunjuk Kabid Trantib menjadi Ketua Tim OPSI P2K5 (Tim Operasi Solusi Penataan dan Penertiban Pedagang kaki Lima) Satpol Kabupaten Jombang

PK5 es degan di depan GOR Jombang

“Selaku Koordinator Tim, kami melaksanakan giat Senin 26 Maret 2018 pukul 13.00 WIB berupa operasi solusi. Lokasi di Jalan Gus Dur terhadap pedagang es degan di depan GOR sebanyak 34 PK5. Bahwa sejak tahun 2002 mereka sudah berjualan di tempat bahu jalan dan trotoar tersebut diduga telah melanggar PERDA No 9 tahun 2010,” ujarnya.

Adapun solusi yang ditawarkan oleh Satpol atas koordinasi dengan dinas terkait, akan direlokasi tempat jualan di atas saluran dengan membuat tratak/ papan tidak permanen. Tentunya pembuatannya tidak mengganggu fungsi saluran air.

“Pembuatan tratak tersebut menggunakan anggaran swadaya dari para anggota PK5 bekerjasama dengan Bank BRI Jombang,” tambah Ali.

Menurut All Arifin, uji petik operasi solusi yang sudah dilakukan berjalan lancar, maka satu demi satu khususnya jalur T, Kota Jombang akan ditertibkan dengan cara pendekatan solusi. Dengan demikian Satpol PP akan lebih mudah untuk menertibkan PK5 lainnya selain yang berada di depan GOR. Karena sudah menjadi alasan klasik bagi para PKL selalu membandingkan.

Alasan tersebut yang membuat Satpol PP tidak berdaya ketika menertibkan PK5 di lokasi lain, yaitu alasan klasik yang dicontohkan adalah penjual es degan depan GOR. Di mana keberadaannya kok dibolehkan oleh Satpol.

“Pertanyaan ini akan tidak ada lagi jika para pemangku kebijakan paham bahwa solusi penjual es degan di depan Gor dipindah. Dengan cara membuat tratak yang tidak permanen. Karena ini adalah solusi terakhir terbaik dari sebuah pilihan,” pungkasnya. (rahma)