PKB Magetan Siapkan Regenerasi Tonggak Kepemimpinan Lewat Muscab 2026

oleh
oleh
Ketua DPC PKB Lama, Suratno saat menyampaikan sambutan

Magetan, petisi.co – Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Magetan menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) Tahun 2026 sekaligus konsolidasi organisasi menuju kepengurusan baru masa bakti 2026–2031.

Kegiatan tersebut berlangsung di RM Joglo Kondang Ayem, Sabtu (04/04/2026), dan dihadiri sejumlah tokoh penting, mulai dari Ketua DPW PKB Jawa Timur yang diwakili Ketua Fraksi PKB DPRD Jawa Timur, Muhammad Ashari, Bupati Magetan Nanik Sumantri didampingi Wakil Bupati Suyatni Priasmoro, para pengurus Dewan Pengurus Anak Cabang (DPAC), Dewan Syuro PKB, serta sejumlah tokoh agama.

Ketua DPC PKB Magetan, Suratno, menyampaikan bahwa Muscab kali ini merupakan rangkaian pergantian masa bakti kepengurusan lama periode 2021–2026 menuju kepemimpinan baru.

“Ini merupakan rangkaian pergantian masa bakti kepengurusan lama 2021–2026. Siapapun yang nantinya menjadi tonggak kepemimpinan politik PKB ke depan, tentu akan mengikuti arahan dan kebijakan dari DPP maupun DPW. Prosesnya insyaallah melalui musyawarah mufakat,” ujar Suratno.

Ia menjelaskan, seluruh usulan dari DPAC akan dibawa dalam rapat pleno sebelum ditetapkan sesuai mekanisme organisasi dan tahapan kompetensi yang berlaku di internal partai. menurutnya, proses penentuan kepengurusan baru memerlukan persiapan yang matang, termasuk tahapan pertanggungjawaban dan uji kelayakan.

“Atas nama pengurus lama bersama Dewan Syuro, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Siapapun yang memimpin PKB Kabupaten Magetan ke depan harus kita dukung dan kita support bersama,” jelasnya.

Suratno berharap kepemimpinan baru nantinya mampu merangkul seluruh elemen, baik struktural maupun non-struktural, hingga lapisan akar rumput agar PKB semakin kuat dan menjadi daya tarik politik di tengah masyarakat.

Ia juga menegaskan bahwa kehadiran sejumlah badan otonom NU, lembaga, dan tokoh agama dalam Muscab menjadi bukti bahwa PKB diterima oleh berbagai golongan.

“Ini membuktikan bahwa PKB layak dan diterima semua golongan. Kita terus memperjuangkan nilai pluralisme, menjaga kebersamaan, serta mewujudkan kemakmuran demi terciptanya Magetan yang damai,” tegasnya.

Selain itu, PKB Magetan juga berkomitmen mendukung program strategis nasional sekaligus menyukseskan visi dan misi kepala daerah yang turut diusung partai.

Sementara itu, Ketua Fraksi PKB DPRD Jawa Timur, Muhammad Ashari, menegaskan bahwa Muscab bukan hanya agenda pergantian kepengurusan, namun menjadi momentum penting dalam memperkuat konsolidasi kader.

“Muscab ini bukan sekadar pergantian kepengurusan, tetapi momentum konsolidasi kader untuk meneguhkan visi perjuangan PKB agar semakin bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan, PKB harus hadir tidak hanya dalam momentum politik elektoral, namun juga melalui kerja nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

“PKB tidak boleh hanya hadir di kertas suara, tetapi harus menjadi jawaban bagi masyarakat melalui kerja politik yang nyata,” pungkasnya. (mas)

No More Posts Available.

No more pages to load.