Plt Kadinkes Ivan Drie: Operasi Balita 5 Bulan Hidrosefalus Berjalan Lancar

oleh
oleh
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, drg. Ivan Drie, M.MRS

Malang, petisi.co – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang melalui Dinas Kesehatan melakukan penjelasan terhadap adanya balita bernama Queensa Acellin Kaynaseh yang menderita atau mengalami penyakit hidrosefalus terjadi berada di Kecamatan Wajak, sudah mendapatkan penanganan khusus dari Dinas Kesehatan Kabupaten Malang.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, drg. Ivan Drie, M.MRS kepada media petisi.co, Rabu (3/9/2025), menjelaskan terkait penderita hidrosefalus diberitakan seolah-olah puskemas lalai dan sebagainya. Dikatakan Ivan Drie bahwa itu tidak, karena ada riwayat sejak ibu hamil sudah dimonitoring secara berkala.

“Penderita hidrosefalus balita lima bulan ada pemberitaan yang kurang baik, saat itu adalah seolah-olah puskemas lalai. Saya tegaskan lagi bahwa tidak ada puskemas yang abaikan, karena ketika ibu hamil itu sudah dimonitoring oleh puskemas, dari pemeriksaan rutin, diperhatikan tumbuh kembangnya, pengukuran dan lain sebagainya,” terang Ivan Drie.

“Saat itu melalui puskemas juga dilakukan pengukuran perut, USG, dan saat itu juga ada kunjungan dokter spesialis obgyn di situ kelihatan, ini ada bakat hidrosefalus, bisa terjadi karena kongenital atau bawaan, seperti pada bayi Queensa ini ya, hidrosefalus juga karena cedera karena riwayat jatuh, bisa kena virus, penyumbatan lain atau tumor,” imbuhnya.

“Kemudian kondisinya si ibu ini sehat tidak kekurangan energi kalori atau kekurangan energi protein sehat, artinya cukup gizi tidak seperti yang diberitakan sebelumnya karena kekurangan gizi dan protein itu gak bener, itu semua ada catatannya dibuku Posyandu yang selalu dipantau,” katanya.

Dikatakan Ivan Drie, ketika lahir ibunya ini juga mengatakan aktif memberikan ASI Ekslusif bukan bayinya tidak mau netek dan sebagainya, padahal normal, kalau itu kelainan karena kongenital atau bentukan anatomis yang tidak normal disitu tidak bisa atau susah penanganannya, yang paling penting ketika ini terdeteksi ditindaklanjuti oleh petugas dinkes.

Dan juga dilakukan survei di Puskemas Wajak yang kemudian pada akhirnya bisa ke RS Kanjuruhan dan sudah bisa dilakukan operasi pada hari Jumat lalu dan hari Senin (1/9) sudah boleh pulang,

Kemudian hari Senin depan pada tanggal (8/9) nanti dilakukan kontrol untuk yang pertama usai menjalani operasi.

“Kami juga mendampingi Pak Bupati dan ibu menyambangi ke rumah balita Alhamdulillah perkembangannya baik dan mudah-mudahan betul-betul tidak ada masalah,” kata drg. Ivan Drie yang hampir satu tahun sebagai penjabat Kadinkes Kabupaten Malang.

Sementara itu dikatakan Kadinkes Kabupaten Malang untuk antisipasi hidrosefalus tentunya diawali dari ibu hamil ini betul-betul dijaga Kesehatannya, jangan sampai sakit karena infeksi apapun, kemudian gizinya juga terpenuhi, tetapi untuk kasus Queensa Acellin Kaynaseh ini tidak kekurangan gizi karena dari hasil

pemeriksaannya cukup baik. (clis)

No More Posts Available.

No more pages to load.