Polisi Tidak Bekingi Sosialisai Fatwa MUI

oleh
Jendral Tito Karnavian ketika mengisi kuliah umum di UNAIR

Kapolri Kuliah Umum di Unair

SURABAYA, PETISI.COKapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, memberikan kuliah umum di Kampus Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Materi yang disampaikan oleh Kapolri adalah “Peran dan Kebijakan Polri dalam Menjaga Persatuan Bangsa dalam Kebhinekaan Indonesia”.

Kuliah Umum Kapolri di Kampus Unair diselenggarakan di Lantai V Gedung Rektorat dan dihadiri oleh sekitar 1.000 mahasiswa dan civitas akademika Unair. Acara dimulai pada Pukul 10.00 WIB hingga Pukul 12.00 WIB. Salah satunya mengenai terbentuknya Negara Indonesia berasal dari Keberanekaragaman / Kebhinekaan, TNI Polri dan Element bangsa yang mampu mendamaikan bangsa. Sistem Hukum Indonesia Harus diperkuat.

Pada sesi tanya jawab oleh mahasiswa Unair terkait mengentalnya premodialisme kelompok tertentu dan juga menanyakan mengenai kegiatan sosialisasi Fatwa MUI yang dikawal oleh kepolisian. Kapolri menjelaskan, penguatan identitas tertentu memiliki dampak positif dan negatif dan untuk sosialisai Fatwa MUI disampaikan pula oleh Walikota Surabaya, Tri Risma Harini, tidak ada beking dari kepolisian. Kepolisian hanya menjaga keamanan seperti halnya dengan pengamanan Bonek.

“Terkait masalah fatwa MUI, asal pelaksanaannya tidak mengganggu kepentingan orang lain maka sah-sah aja,” kata Kapolri.

Kapolri yang tiba di Bandara Internasional Juanda Surabaya sekitar pukul 09.30 ini disambut oleh Gubernur Jatim Soekarwo, Kapolda Jatim, Pangdam V/ Brawijaya Mayjen TNI I Made Sukadana, Wakapolda, Kapolrestabes Surabaya serta jajaran kepolisian di Polda Jatim. Tampak juga menyambut Kapolri Ketua Himpunan Generasi Muda Madura (Higemura) Muhlis Ali.

Dalam kunjungan kerjanya ke Jawa Timur ini, Kapolri Tito Karnavian didampingi antara lain oleh Kadiv TI Mabes Polri Irjen Machfud Arifin, Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Boy Rafi Ammar dan Gubernur Akpol serta aktivis senior Bursah Zarnubi. (ndok)