Politikus Muda PDIP Sebut Fadli Zon Berwatak Dengki

oleh

SURABAYA, PETISI.CO – Politikus muda PDI Perjuangan Giyanto menilai kebiasaan Presiden Joko Widodo (Jokowi) bagi-bagi sepeda ke rakyat merupakan perbuatan sah, karena menggunakan uang pribadi. Karena itu, tak seharusnya direspons secara nyinyir sebagaimana tudingan Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon.

“Nyinyir seperti Pak Fadli Zon merupakan perwujudan watak dengki demi memuaskan perasaan batin sendiri. Padahal, sudah berkali-kali ditertawakan publik karena nyinyir, tapi memang tak tahu malu,” kata Giyanto dalam siaran persnya, Jumat (28/9).

Menurutnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) sudah memastikan bagi-bagi sepeda ala Presiden Jokowi bukan hal yang menyalahi aturan. Sebaliknya, Fadli sebagai pejabat negara justru sudah beberapa kali menyakiti hati publik.

Giyanto lantas mengenang ketika Fadli bersama Setya Novanto sowan ke Donald Trump di Trump Tower, New York. Bahkan, tindakan Fadli dan Novanto sudah berbuah teguran dari Mahkamah Kehormatan DPR (MKD).

Anggota DPRD Jatim itu, juga menyinggung ketika Fadli membuat kesal Konsulat Jenderal RI (KJRI) New York pada pertengahan 2016. Kala itu, Fadli menggunakan surat berkop Sekretariat Jenderal DPR meminta KJRI New York meladeni putrinya, Shafa Sabila Fadli selama mengikuti Stagedoor Manor dari 12 Juni sampai 12 Juli.

Selain itu, Fadli juga pernah dipermalukan di sebuah acara talk show televisi ketika menanyakan kondisi ekonomi kepada mahasiswa. Fadli meyakini kondisi perekonomian buruk, sedangkan mahasiswa beramai-ramai menyebut baik-baik saja.

“Kalau dia orang pada umumnya, malunya sudah sampai ubun-ubun itu. Jadi wakil rakyat digaji besar, tapi kerjaannya malah main Twitter untuk nyinyir ke Presiden Jokowi,” ungkapnya.

Sikap nyinyir Fadli, dinilai sudah keterlaluan karena urusan ibadah Presiden Jokowi pun dikomentari. “Jangankan bagi-bagi sepeda dalam kuisnya, Jokowi salat saja dinyinyirin,” pungkasnya. (bm)