Politisi PDIP Jatim Sayangkan Pernyataan Roy Suryo

oleh
Giyanto

SURABAYA, PETISI.CO – Politisi PDIP Jatim, Giyanto menyayangkan pernyataan mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Roy Suryo yang menyebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) ‘show off‘ dan meminta agar Joko Widodo fokus pada urusan kemanusiaan dan pemulihan bencana di Lombok lewat video conference pada acara penutupan Asian Games XVIII.

“Pernyataan tidak terpuji Roy Suryo, sangatlah tidak patut dan tidak sesuai dengan budi luhur dan tata krama Jawa. Hal itu mengingatkan kita jaman beliau sebagai Menpora tatkala disebuah acara tidak Hafal Lagu Indonesia Raya,” kata Giyanto di Surabaya, Senin (3/9/2018).

Pernyataan Roy Suryo yang memprihatinkan bisa disimak dalam pemberitaan salah satu media online dengan mengutip cuitan di Twitter. Yakni, “Tweeps, Selamat & Sukses Penutupan Asian Games nanti malam.Secara Obyektif, Saya Apresiasi Presiden @jokowi yg NoBar di NTB daripada Show-off,” tulis Roy Suryo.

Pada pesan twitter berikutnya, Roy menulis, “Tetapi saya menyayangkan kalau nanti Presiden @jokowi masih saja Show-Off dgn VideoConference (apalagi menyebut2 “di Lokasi Bencana”),” tulis Roy.

Giyanto yang mengenal lebih dekat sosok Joko Widodo menilai memberikan kritik, menyampaikan pendapat dalam alam demokrasi adalah hal yang wajar. Namun, menilai tindakan Presiden Joko Widodo, menemani rakyat di tengah upaya pemulihan paska bencana adalah sikap yang kurang patut.

“Kita semua setuju kalau Presiden Jokowi hadir menemani korban bencana untuk memberikan semangat agar segera bangkit dari bencana bagi saudara kita di Lombok. Kita juga mendukung Pemerintah bekerja keras menyelesaikan berbagai permasalahan akibat gempa Lombok dan melakukan rehabilitasi rekonstruksi secepatnya agar NTB pulih kembali,” ujarnya.

Menurutnya, apa yang disampaikan mantan pejabat negara seharusnya tidak sesembrono dan menyakiti semuanya. Apalagi jaman Roy Suryo menjadi Menteri banyak hal dalam catatan sejarah meninggalkan PR besar bangsa ini.

“Termasuk Proyek Hambalang yang mangkrak sampai saat ini dan masih dalam proses hukum,” tegas anggota DPRD Jatim ini.

Dalam upacara penutupan Asian Games XVIII di stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (2/9/2018) malam, presiden Jokowi yang berada di Lombok, NTB, sempat memberikan ucapan terima kasih kepada para atlet, melalui video conference.

Jokowi juga meminta maaf atas ketidakhadirannya dalam seremonial penutupan Asian Games 2018, karena sedang mengunjungi korban gempa di Nusa Tenggara Barat.

“Saya ingin memohon maaf karena tidak bisa hadir langsung di penutupan Asian Games 2018,” katanya.

Malam penutupan Asian Games 2018 menjadi momen bersejarah bagi bangsa Indonesia. Bukan saja karena berhasil menyelenggarakan event olahraga tingkat dunia tapi sekaligus menjadi kebanggaan rakyat Indonesia karena prestasi atletnya dalam mendulang medali.

Dari 31 medali emas yang diraih kontingen Indonedia,10 emas diantaranya disumbangkan atlet Jawa Timur.

“Prestasi atlet kita ini, membuat rakyat Jatim bangga dan akan mengusulkan memberikan pembenahan, anggaran serta support untuk atlet Jatim kedepan,” jelasnya. (bm)