Polsek Sawoo Ringkus Empat Pelajar Pembobol Warung

oleh
Salah satu pelaku yang diamankan

PONOROGO, PETISI.CO – Polsek Sawoo meringkus empat remaja yang diduga pelaku spesialis pencurian warung kosong yang berada di pinggiran jalan. Penangkapan keempat remaja tersebut setelah adanya laporan dari korbannya ke Mapolsek Sawoo.

Barang bukti hasil curian keempat pelaku

Tertangkapnya keempat pelaku yang masih berusia remaja tersebut berawal ketika pada Rabu (5/9/2018) sekira pukul 15.30 WIB, setelah menerima laporan warung milik Eko Budi Santoso (36) warga Dukuh Ngindeng II, Desa Ngindeng Kecamatan Sawoo, Kab. Ponorogo melaporkan tokonya yang dibobol orang.

Berdasarkan laporan tersebut, polisi langsung melakukan olah TKP serta pemeriksaan saksi-saksi. Hingga petugas mendapatkan identitas para pelaku pembobolan.

Keempat pelaku yang diamankan polisi adalah , BH (20) Pelajar, warga Dukuh Jotakan RT 02 Rw 02, Desa/ Kecamatan Balong Ponorogo, BAN ( 15) Pelajar warga Dukuh Sempol, Desa Dadapan, kec. Balong, AHM ( 17) warga Dukuh Sidorukun, Desa/ Kec. Balong, dan RIC (15 ) Pelajar, warga Dukuh Sidomulyo rt 02 rw 01 Desa/Kec. Balong,

“Setelah dilakukan pemeriksaan keempat remaja itu dihadapan polisi mengaku tekah melakukan di beberapa lokasi antara lain di empat TKP, yaitu warung milik Eko, Dukuh Ngindeng I, Desa Ngindeng, Kecamatan Sawoo, kemudian warung Jl Raya Turus Mlarak, TKP ke 3 yaitu bengkel Bringinan Jambon dan toko bensin di Desa Nailan, Kecamatan Slahung,” kata Kasubag Humas Polres Ponorogo, Ipda Satriyo.

Masih menurut Satriyo keempat pelaku yang diamankan dalam aksinya menggunakan dua sepeda motor. “Modus operandinya keempat pelaku memakai 2 motor berboncengan. Dengan cara merusak pintu maupun dinding yang terbuat dari anyaman bambu. Dan sasaran warung kosong pinggir jalan,” imbuhnya.

Selain keempat pelaku yang berhasil diamankan adalah barang bukti berupa
2 unit sepeda motor Alfa dan Crypton, 2 pak Extra Joss, 9 saset Top Cofee, 6 saset Frisian Flag, 4 saset Chocolato, 3 saset mmilo, 5 Saset kopi moca, 8 saset kopi kapal api, 5 saset White Kopi, dan
1 kaleng susu kental.

“Semua hasil curian dimasukan ke karung bekas pupuk,” ungkap Satriyo. (mal)