Polusi Serbuk Gergaji Resahkan Warga Benowo

oleh
Pabrik kayu CV Mekar Jaya No 15, yang berada di Jl. Raya Sememi, Kelurahan Sememi, Kecamatan Benowo Surabaya yang diduga mengeluarkan polusi.

Pengantar Jenazah TPU Babat Jerawat Protes

SURABAYA, PETISI.CO – Masyarakat yang menuju ke tempat pemakaman umum Babat Jerawat, dan juga para petugas Kantor TPU Babat Jerawat, mengeluh dan merasa terganggu akibat polusi udara yang diduga ditimbulkan dari pabrik kayu CV Mekar Jaya No 15, yang berada di Jl. Raya Sememi, Kelurahan Sememi, Kecamatan Benowo Surabaya.

Polusi udara yang diduga akibat dari hasil limbah pabrik kayu ini, selain mencemari udara, dinilai juga sangat mengganggu terhadap masyarakat umum, yang sedang mengantarkan jenazah ke TPU Babat Jerawat tersebut. Mengingat CV Mekar Jaya no 15 ini, berada disebelah Tempat Pemakaman Umum (TPU) Babat Jerawat.

Kepala TPU Babat Jerawat Bisri saat ditemui di kantornya, mengatakan, bahwa kejadian tersebut sudah berlangsung kurang lebih hampir satu bulanan. Bahkan pihaknya mengaku sudah mendatangi perusahaan.

“Namun, hingga saat ini kok masih bertebaran serbuk-serbuk halus tersebut,” kata Bisri

Serbuk halus yang sempat mengotori Kantor TPU Babat Jerawat

Kepada wartawan, Bisri juga mengatakan, bahwa beberapa hari yang lalu serbuk halus tersebut sempat membungkus ruangan kerjanya dan juga seluruh peralatan kantor, seperti meja, kursi, komputer dan lantai, dengan tertutup serbuk kayu halus tersebut.

“Kami sampai bingung mas, mau saya tutup pintu kantor ini ditakutkan nanti kalau ada pemakaman warga mengira kantornya tutup, tapi ndak ditutup saat itu sangat parah debunya, itu terjadi kurang lebih sekitar tiga jam,” ungkapnya

Sekarang ini, lanjut Bisri, masih seperti ini debu serbuknya, beberapa hari yang lalu saat saya datangi salah satu pimpinan CV tersebut mengatakan bahwa itu obatnya kayu.

“Jadi untuk saat ini hanya berkurang saja, tapi masih tetap bertebaran serbuk halus tersebut,” tambah Bisri Kepala TPU Babat Jerawat.

Salah satu warga sekitar pada saat mengantarkan jenazah, mengaku, merasa sangat terganggu atas kejadian adanya serbuk halus yang diduga grajen tersebut.

“Serbuk itu sangat mengganggu sekali, saat itu saya bersama warga yang lain ke sini untuk mengantarkan jenazah, tiba-tiba pada saat itu banyak seperti debu berterbangan, sehingga yang ndak siap banyak yang matanya kelilipan saat itu. Kalau hal ini dibiarkan terus, kasihan orang orang yang hendak ke pemakaman,” ujar Nasir, tokoh warga Kecamatan Pakal.

Saat dikonfirmasi oleh beberapa media Senin (24/9/2018) lalu terkait dengan serbuk halus tersebut, Siang salah satu pimpinan CV. Mekar Jaya, dengan entengnya mengatakan, bahwa waktu itu memang kesalahan prosedur, dan serbuk halus tersebut sempat meluber dan akhirnya tertiup angin.

“Sebenarnya pada saat mau dibersihkan sebelum dibuka pintu itu disiram air terlebih dahulu, memang kemarin belum disiram air, jadi kena angin langsung terbang kemana -mana, sekarang sudah saya kasih air, jadi hasilnya seperti ini bisa keras,” kata Siang.

Saat ini, lanjut Siang, semua serbuk sudah keras dan sudah dimasukkan karung-karung untuk selanjutnya  dibuang.

“Nanti saya akan datang ke kantor pemakaman itu,” kata Siang.

Sementara, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kec. Benowo Surabaya, saat dikonfirmasi oleh awak media Senin 24 September 2018 melalui anggotanya, mengatakan, akan segera sidak ke perusahaan tersebut, terkait polusi udara dan juga yang lainnya.

Pantauan di lokasi kantor TPU Babat Jerawat, hingga berita ini diturunkan masih dalam keadaan berdebu di dalam ruangan kantor.(bah)

No More Posts Available.

No more pages to load.