Pondok Ramadhan di SDN Punten 01 Sebagai Gerakan Literasi

oleh
Siswa SDN PUNTEN 01 Kota Batu, saat mengikuti Pondok Ramadhan selama empat hari di sekolah bernuansakan religi, karena bagian dari Literasi siswa.

BATU, PETISI.CO – Menyambut datangnya Bulan Suci Ramadhan 1439 H, ratusan siswa SDN Punten 01 Kota Batu mengikuti kegiatan Pondok Ramadhan, di sekolah.

Sementar itu, Guru Pendidikan Agama Islam, Ernaz Siswanto SPd, MPd menuturkan, kegiatan ini merupakan salah satu gerakan literai Ramadhan yang dilaksanakan selama empat hari.

“Siswa diberi materi tentang tadarus, puasa, dan siswa diajak untuk kontektual menulis pengalaman pribadinya tentang puasa, dan hasilnya akan dijadikan buku antologi,” ucapnya, Senin (28/5/2018).

Menurutnya, siswa juga diberi materi dan pemahaman tentang zakat dan fitrah. Artinya, zakat fitrah selama ini yang diasumsikan oleh masyarakat bahwa guru dikatakan sebagai amil. Ternyata salah, yang menentukan adalah Badan Zakat Nasional (Basnas).

“Alasanya guru bukan amil, selain itu guru sudah banyak yang mampu, dan sudah ada yang menjadi PNS,” tegasnya.

Siswa SDN PUNTEN 01 Kota Batu, saat mengikuti Pondok Ramadhan.

Selain itu, masih kata dia, zakat fitrah di SDN Punten 01 Batu, nantinya akan diserahkan langsung kepada masyarakat yang membutuhkannya.

“Guru tidak boleh membawa pulang, karena guru kedudukannya bukan amil, akan tetapi sebagai panitia (Lajnah),” tandasnya.

Meski demikian, dihari terahir Pondok Ramadhan akan bekerja sama dengan Kampung Dongeng, untuk memberikan inspirasi secara Islami kepada siswa yang  bernuansakan religi, dan dikemas dalam bentuk nuansa Ramadhan.

“Siwa juga diajarkan tentaang kedisiplinan, dermawan, karakter yang baik, bertengang rasa membantu orang lain, dan universal lainya,” bebernya.

Dia tekankan, pada saat hari terahir Pondok Ramadhan, pada pukul 12.00 wib siswa boleh pulang ke rumahnya. Setelah itu, pada saat pukul pukul 15.30 wib siswa harus kembali ke sekolah untuk beraktifitas dalam persiapan buka puasa bersana.

“Disela-selanya ada materi tausiyah Islam, sholat maghrib berjamaah, buka puasa bersama, kemudian tadarus sambil menunggu sholat isyak, dan dilanjut sholat taraweh berjamaah dan penutupan.”

“Siswa menjadi lebih Islam, dengan melatih puasa ketika mereka besar akan menjadi siswa yang Islami akan terbiasa melaksanakn sholat lima waktu dan menjalankan puasa,” jelas dia, sekaligus penggerak literi Kota Batu ini kepada Petisi.co.

Diketahui, kegiatan Pondok Ramadhan ini dibagi menjadi dua ruang. Diantaranya kelas I sampai III, yang dibantu oleh wali kelas masing-masing. Dan kelas IV sampai V, dan jumlah siswa keseluruhan yang mengikuti Pondok Ramadhan sebanyak empat ratus siswa. (eka)

 

 

No More Posts Available.

No more pages to load.