SIDOARJO, PETISI.CO – Cabor angkat berat tak mau kalah dari angkat besi dalam perburuan rekor baru Porprov Jatim. Meski jumlah kelas yang dipertandingkan lebih sedikit, para atlet angkat berat mampu menorehkan prestasi bagus di Porprov Jatim VIII/2023.
Prestasi itu, ditunjukkan para lifter dari berbagai daerah di hari pertama angkat berat yang digelar di Gedung Serba Guna Agrobis Lebo, Sidoarjo, Selasa (12/9/2023). Dari 6 kelas yang dimainkan, sebanyak 21 rekor baru porprov tercipta.
Kabupaten Tuban menempati pertama daerah terbanyak mencetak rekor baru porprov. Dari 21 rekor baru tersebut, Tuban berhasil mengukir 5 rekor baru. Tuban juga meraih 2 emas dari kelas 52 kg putri lewat lifternya Yusita Ika Putri.
Disusul kota Kediri yang berhasil meraih 2 emas, 4 rekor baru. Lalu, kab Malang 2 emas, 3 rekor baru, kab Tulungagung, 2 emas 3 rekor, kota Mojokerto 2 emas, 3 rekor dan kota Malang 2 emas, 3 rekor.
Jumlah rekor poprov angkat berat dimungkinkan akan bertambah lagi pada perlombaan hari kedua (terakhir) Rabu (13/9). Ada 5 kelas yang dipertandingkan yang berpotensi mengukir rekor baru. Yaitu, kelas 66 kg pa, 74 kg pa, 83 pa, 93 kg dan 93+pa.
“Di semua kelas angkat berat berpotensi besar terjadi pemecahan rekor porprov. Para atlet tentu berlomba memberikan prestasi terbaik buat daerahnya,” kata Ketua Perkumpulan Angkat Berat Seluruh Indonesia (Pabersi) Jatim, Hirawan Halimana kepada petisi.co, Rabu pagi.
Mantan atlet angkat besi nasional itu, memberikan garansi kepada atlet angkat berat yang berprestasi di poprov Jatim 2023 akan diikutkan pada Pra PON, Oktober. Apalagi, atlet yang memiliki angkatan mendekati angkatan atlet senior di masing-masing kelas.
“Meski masih junior, kalau angkatannya mendekati angkatan seniornya, kenapa tidak. Misalnya, masuk dalam peringkat 6 besar. Di puslatda akan kami genjot dengan program latihan terukur, sehingga prestasinya bisa meningkat,” jelasnya. (bm)







