KEDIRI, PETISI.CO – Penyerahan bantuan subsidi bibit tebu kategori PC Murni atau Bongkar Ratoon, yang mengambil tempat di sawah desa Purwokerto Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, Jum’at siang (15/10/2021). Yang dilanjutkan acara penanaman tebu secara simbolis.
Disampaikan Direktur Produksi dan Pengembangan Holding bahwa nantinya di tahun 2024 sudah mencapai swasembada gula konsumsi sebesar 1,8 juta ton, inilah yang membuatnya untuk selalu merangkul para petani tebu sehinggga kesejahteraan dan kemakmuran petani tebu bisa terjamin.

Menurutnya, kunci utama memang harus mensejahterkan petani dimana kalau petani sejahtera maka pabrik gula atau industri gula akan maju dan cita-cita besar negara ini segera tercapai terutama pencapaian target swasembada gula konsumsi.
“Kunci peningkatan produktifitas petani itu kita menghadirkan bibit dengan varietas yang unggul, dengan melalui P3GI, Insya Allah ditahun ini kita akan merelese di seluruh PTPN sekitar 1600 hektare untuk petani,” ungkapnya, Jumat (15/10/2021).
“Dan untuk tahun depan akan merencanakan sekitar 4 ribu hektare bibit untuk petani dan Alhamdulillaah di Kabupaten Kediri atas support dari Mas Bup (Bupati Kediri) Bapak Dir PTPN X khusus di Kediri kurang lebih ada sekitar 27 ribu lima ratus lima puluh kwintal atau untuk 274 petani,” terang Mahmudi dalam sambutannya.
Ia berharap, terkait dengan bibit yang merupakan keseriusannya, yang pertama akan menghadirkan seluruh PTPN yang menangani gula, yang ada di Sumatra, sampai Sulawesi terkhusus yang berada di Jawa Timur 80% karena di Jatim 80 % merupakan petani rakyat sehingga harus dipastikan jaminan kwalitas bibit harus dipastikan jumlah bibitnya.
Sedangkan untuk tahun depan, masih diangka kurang lebih 4 ribu hektare, masih membuka peluang untuk Direktur PTPN IX, X, XI, dan XII yang saat itu hadir untuk melakukan pendataan, yang nantinya diverifikasi, dengan tujuan sejauh mana kemampuan bersama sinergi kemitraan tersebut bisa dibangun sehingga pihaknya bisa menghadirkan bibit tepat waktu.
Yang kedua, dengan adanya program MAKMUR, yang memastikan pupuk hadir karena saat ini menurutnya sulit petani mendapatkan pupuk, sehingga untuk direksi PTPN anak perusahaan yang sudah ditunjuk untuk segera melakukan inventarisasi.
“Kalau memang dari mitra kita petani berapa pupuk sebelumnya yang dibutuhkan kita akan mulai komunikasi dan merencanakan bersama Pupuk Indonesia, sehingga untuk tahun depan mitra-mitra PTPN tidak ada lagi keluhan,” jelasnya.
Direktur Produksi dan Pengembangan Holding berpesan yang termudah yang tercepat yang mana pihaknya meminta bantuan untuk bisa memfasilitasi baik perbankan dan lainnya, “ pokoknya yang bisa mudah jangan dipersulit,” pintanya.
Selalu meminta support Mas Bup, 2 point besar yang disampaikan menurutnya adalah tugas negara, tidak berwacana dan bisa hadir ditengah-tengah petani.
“Kami yakin swasembada gula ini omong kosong kalau petani tidak sejahtera, sehingga perencanaan perencanaan secara bertahap segera dieksekusi dan harus terus berprogres,” tambahnya.
Mahmudi mengucap terimakasih pada 3 industri gula yang berada di Kediri, PG Ngadirejo, PG Merican dan PG Pesantren Baru.
“Alhamdulillaah semua bisa berjalan dengan lancar, dan bersyukur di tahun ini PTPN bisa tumbuh, yang semula pada tahun kemarin hanya mencapai gula tujuhratus dua ribu ton dan tahun ini gula mencapai delapan ratus ribu ton,” tutupnya.
Sementara, Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana, S.H memberikan sambutan singkat padat dan jelas, terkait program MAKMUR, Mas Bup telah mengapresiasi dan selalu mensupport semua yang dibutuhkan, seperti kebutuhan akan kelancaran di birokrasi Disebutkannya di Kediri membawahi 3 Pabrik Gula yang sangat interes dengan program makmur diharapkan bukan karena bantuannya akan tetapi pendampingan pengelolaan diharapkan juga dapat terlaksana.
”Kami berharap dengan adanya program Makmur untuk 3 tahun kedepan diharapkan petani tebu lebih bisa sejahtera,” harapnya.
Senada juga disampaikan Direktur PTPN X, Tuhu saat usai acara bahwa PTPN mempunyai tugas besar dalam swasembada gula target dintahun 2024 bisa tercapai, dengan tetap memegang kunci utama yakni meningkatkan kesejahteraan petani, artinya bagaimana bisa mendatangkan bibit dan bisa mefalisitasi waktu yang tepat.
General Manager PG Ngadiredjo, Agus Minhandoko, S.p M.M juga menambahkan akan kenaikan produksi, yang disampaikan ke media petisi.co sudah mencapai 115% dan ini suatu kebanggaan tersendiri terutama untuk memberikan kepastian kepada petani tebu di wilayah PG Ngadirejo.
Perlu diketahui pada pelaksanaan acara tersebut dilaksanakan dengan prokes yang ketat, dan harus melalui swab antigen sebelum mengikuti acara, tampak juga sejumlah pejabat muspika Ngadiluwih, camat Kras, Camat Kandat juga melakukan swab. Tim swab antigen dari klinik Pratama Nusantara Medika Utama PG Ngadirejo. (bam)







