Proses Penyidikan di Polsek Tamanan Bondowoso Dikeluhkan

oleh -159 Dilihat
oleh
Korban Rusyana ketika memberikan keterangan
-->

BONDOWOSO, PETISI.CO – Rusyana, warga Desa Kalianyar, Kecamatan Tamanan, Kabupaten Bondowoso, salah satu korban pencurian, mengeluhkan proses laporan yang hampir setahun belum menemukan kejelasan. Padahal,  laporan itu dibuat pada tanggal 1 Maret 2018 di kantor Polisi Sektor (Polsek) Tamanan.

Menurutnya, dirinya telah beberapa kali mendatangi Polsek Tamanan maupun Kejaksaan Negeri (Kejari) Bondowoso, untuk menanyakan perkembangan laporan tersebut. Namun, jawaban dari masing – masing lembaga hukum itu, tidak memuaskan.

“Saya bolak- balik ke Polsek maupun Kejaksaan, yang menangani laporan. Tapi, masing-masing jawaban tidak ada yang memuaskan,” tutur Rusyana Sabtu (27/1/2019) di rumahnya.

Tak hanya itu, yang dikatakan Rusyana, bahwa dirinya menerima surat tembusan dari Polsek, sekira awal bulan Oktober 2018, bahwa proses laporan telah dikirim ke kejaksaan. Meskipun, pihak polsek tidak menahan pelaku pencurian cetakan genteng yang telah ditetapkan sebagai tersangka.

“Kata pihak polsek, berkas  itu sudah dikirim ke kejaksaan. Kemudian setelah  ditanyakan kesana, berkas itu dikembalikan ke polsek. Sampai saat ini masih tidak jelas,” kata dia dengan wajah kekecewaan.

Sementara itu, Kapolsek Tamanan, Karsiyanto ketika dikonfirmasi melalui telepon seluluernya menjelaskan, bahwa  jika proses laporan baru digelar. “Terkait kasus pencurian cetakan genting di Desa Kalianyar itu, prosesnya baru digelar,” ungkapnya.

Untuk diketahui, sebelum pihak Polsek Tamanan menetapkan tersangka, kasus pencurian tersebut, sempat mandek sekira tujuh bulan. Kemudian, korban mengadukan permasalahan itu, kepada Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas).

Tindak lanjut dari pengaduan itu, Propam Polres Bondowoso mendatangi kediaman si korban. Bahkan, pihak propam berjanji secara lisan, akan menangkap pelaku jika pihak polsek tidak melakukan penangkapan.

Namun janji tersebut, terkesan masuk angin, sebab hingga saat ini, pelaku masih bebas berkeliaran.(latif)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.