PT GBS Kantongi Persetujuan Penambangan dari Gubernur

oleh
Salah satu berkas kelengkapan ijin PT. Gemilang Bumi Sarana

Penambangan di Kantong Aliran Sungai Konto Kediri

KEDIRI, PETISI.CO  – Menyoal Kantong lahar dialiran Sungai Konto yang bertitik di Desa Blaru yang meliputi Dusun Klampokrejo, Dusun Selorejo, Dusun Ngamperejo, dan lainnya di Desa Krecek. Merupakan satu-satunya aliran lahar Gunung Kelud, yang pernah erupsi pada tahun 2014 lalu. Gunung Kelud tersebut masih dalam kondisi aktif, kemungkinan besar bisa terjadi meletus kembali.

Seperti dikatakan, Kepala Teknis Tambang (KTT) PT. Gemilang Bumi Sarana, Rahman Hakim, saat dikonfirmasi salah satu upaya Pemerintah Kabupaten, dan Provinsi untuk mengatasi musibah bencana alam adalah mengantisipasi sejak dini sebelum terjadinya bencana.

“Seperti yang terjadi pada tahun tahun sebelumnya, Gunung Kelud di Kediri pernah terjadi erupsi dan aliran lahar sangat berdampak pada kerusakan lingkungan dan tanaman petani,” ucapnya.

Tidak hanya itu saja, lanjut dia, kerugian material juga tak tanggung-tanggung menjadi masalah yang harus diperhatikan oleh Pemerintah. Seperti yang akan dilaksanakan oleh PT. Gemilang Bumi Sarana (GBS), tak lain adalah untuk menjalankan program Pemerintah dalam mengantisipasi terjadinya bencana alam dengan cara membuat kantong lahar di aliran Sungai Konto.

“Terkait dampak dari kegiatan penambangan di Desa Blaru, tidak ada suatu kebohongan atau janji-janji palsu perusahaan terhadap warga petani yang bercocok tanam di daerah aliran Sungai Konto Desa Blaru, yang terdampak pada kegiatan penambangan nanti,” bebernya.

Menurutnya, seperti yang sudah dikerjakan di lokasi Kecamatan Plosoklaten Kabupaten Kediri, melakasanakan kegiatan penambangan dengan hati- hati dan penambangan langsung dilakukan Reklamasi (penataan).

“Selain itu kepedulian  perusahaan kami terhadap warga petani DAS, dan sekitarnya akan selalu diutamakan seperti yang terjadi di Desa Sumberagung, Kecamatan Plosoklaten,” tandasnya.

Meski demikian, penambangan kerikil berpasir alami (sirtu) PT. Gemilang Bumi Sarana di Desa Blaru Kecamatan Badas, merupakan kegiatan pertambangan untuk menjalankan program pemerintah Jawa Timur dalam menanggulangi bencana alam, dan juga membantu dalam menyiapkan bahan bangunan untuk membangun kesejahteraan masyarakat Kabupaten Kediri, khususnya Desa Blaru dan sekitarnya.

“Kegiatan penambangan yang akan dilaksanakan oleh PT. Gemilang Bumi Sarana tersebut, sudah mendapat rekomendasi teknis untuk Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) dari Balai Besar Wilayah Sungai Brantas (BBWS). Sesuai dengan nomor HK. 05.03.Am / 103/ 2016, tanggal 20 Desember 2016. Dengan luas dua puluh empat hektare, untuk sementara ini yang sudah dapat kami selesaikan dengan warga petani untuk menerima ganti rugi masih empat hektare. Yang sesuai dengan akurasi datanya, ada sebanyak 170 KK, kita masih kurang memberi ganti rugi kepada warga petani seluas dua puluh hektare,” ujarnya.

Dia tegaskan, warga yang bercocok tanam di atas lahan Daerah Aliran Sungai Konto Gunung Kelud memahami akan pentingnya dilakukan penambangan tersebut. Karena selama ini lahan tersebut benar-benar aliran Sungai Konto lahar Gunung Kelud milik Pemerintah yang sudah paten dari sejak dulu untuk dilakukan pembuatan kantong lahar supaya tidak terjadi suatu kerusakan pada lingkungan maupun warga masyarakat yang tinggal di daerah aliran lahar tersebut.

“Kami berharap sekali kepada warga petani untuk dapat bersama-sama, dalam penanggulangan bencana tersebut. Kami perusahaan hanya menjalankan  program dari pemerintah, untuk membuat kantong lahar. Dan langkah kami saat ini untuk kedepannya adalah ingin bertemu dengan warga petani, yang ada di daerah aliran Sungai Konto tersebut untuk menyampaikan visi dan misi dari perusahaan kami,” janjinya.

Seperti yang sudah dilangsir salah satu media online kemarin, disampaikan oleh staf Balai Besar Wilayah Sungai(BBWS) Brantas Provinsi Jawa Timur pada rapat pertemuan di Balai Pendopo Kecamatan Badas pada minggu lalu dengan warga petani yang menggarap tanaman di lahan daerah aliran sungai brantas itu. Penambangan yang akan dilaksanakan adalah sebagai fungsi Kantong Lahar Gunung Kelud maupun terjadinya bencana banjir yang sewaktu waktu dapat mengakibatkan rumah penduduk terendam.

“Sesuai dengan keputusan Gubernur Jawa Timur, bahwa PT. Gemilang Bumi Sarana telah mendapatkan persetujuan Wilayah Izin Usaha Pertambangan  (WIUP)  dengan nomor P2T 08/ 15.19/ 1/ 2017 pada tanggal 3 Januari 2017 dengan letak kordinat pertambangan di Desa Blaru Kecamatan Badas yang berada di +- 30 KM dari Kantor Kabupaten Kediri dan berada di +-15 KM sebelah selatan Kabupaten Jombang, karena Desa Blaru merupakan wilayah yang dilalui Sungai Konto yang merupakan aliran lahar Gunung Kelud,” kata staf BBWS Provinsi Jatim saat bertemu dengan warga dipendopo Kecamatan Badas. (tim)