Petisi
OPINI

Puasa Senin-Kamis Vs Corona

Oleh : Supriadi*

Kabar meluasnya penyebaran virus corona, masih jadi perbincangan serius. Mulai obrolan di kampung kampung, warung kopi, rumah sakit, sampai tingkat pusat pemerintahan. Baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

Di negara yang gemah ripah loh jinawi, tanah air kita, perbincangan corona tambah ramai. Media massa cetak, elektronik maupun televisi masih terus membicarakan kabar virus mematikan yang sudah membuat resah warga, bahkan melebar ke dampak bidang lain.

Misalnya harga tutup hidung dan mulut alias masker pun melambung harganya.

Harga yang semula dijual di bawah harga Rp 20.000, tiba tiba melejit ketika banyak yang membutuhkan. Kini ada yang harganya seratus ribu lebih untuk satu pack berisi 50 lembar.

Yang ikutan naik adalah rempah-rempah, seperti kunyit, jahe, kencur dan lain lainnya ikutan merangkak. Ini setelah banyak dan viral di media sosial, bahwa corona bisa diatasi dengan mengonsumsi tanaman polo pendem tersebut.

Bahkan makanan yang mengandung polo pendem tersebut,  juga laris manis, seperti soto yang kuahnya juga menggunakan kunyit.

Penjual jamu tradisional juga kebagian rezeki. Yang dulu sepi pembeli, mulai dilirik kembali ketika penjaja jamu keliling kampung. Itu semua adalah upaya untuk mencegah serangan virus corona, bila terjadi secara masif di negara ini.

Meskipun kita semua tahu, berbagai upaya menangkal dan mengobati warga yang terserang wabah ini, dilakukan tim medis di seantero rumah sakit.

Namun, ada hal yang menarik untuk menangkal virus corona. Seorang teman spritual, telah mendapatkan petunjuk dari leluhur. Saat itu dia melakukan ritual di petilasan Raja Hayam Wuruk, di Trowulan, Mojokerto.

Raja Majapahit yang tersohor karena menemukan zaman keemasanya itu menyebut, peristiwa ini adalah cobaan dari Tuhan untuk mengetahui sebesar apa keimanan dan keyakinannya kepada Sang Pencipta alam semesta ini.

Untuk itu, leluhur, kata teman saya, berpesan agar umatnya Tuhan di manapun berada, untuk berpuasa Senin dan Kamis.

Dengan berpuasa dan doa memohon keselamatan, sehat dan lolos dari serangan virus, maka Tuhan akan menututupi manusia dengan kabut doa. Doa-doa dan dibarengi puasa itulah sebagai tameng. Semoga!(pri)

*) penulis adalah redaktur senior  Koran PETISI dan petisi.co.

terkait

Fenomena, Tradisi dan Memaknai Pergantian Tahun

redaksi

Kebijakan Kurang Populis yang Merugikan Petani

redaksi

Mempertanyakan Kejujuran Pilkada Kabupaten Banyuasin

redaksi