PETISI.CO
Foto bersama Bupati Dharmasraya, Sutan Riska, Dewa Bujana, Tri Utami, dan Puwacaraka saat jumpa pers.
PERISTIWA

Purwacaraka, Tri Utami, dan Dewa Bujana akan Meriahkan HUT Kabupaten Dharmasraya ke-16  

DHARMASRAYA, PETISI.COBupati  Dharmasraya, Sutan Riska, musisi nasional Purwacaraka, Tri Utami, Dewa Bujana mengadakan jumpa perss persiapan manggung di acara penutupan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Dharmasraya yang ke 16 tahun 2020, digelar di Rumah Dinas Bupati Dharmasraya, Provinsi Sumatera Barat, Sabtuu malam (04/01/2020). Rencananya acara penutupan HUT Kabupaten Dharmasraya yang ke 16 tahun 2020 dihelat, Senin (06/01/2019).

Hadir dalam kegiatan ini Sutan Riska, Bupati Dharmasraya didampingi Budi Waluyo Kabag Humas, sejumlah pajabat teras pemkab, Purwacaraka, Tri Utami, Dewa Bujana serta sejumlah wartawan media cetak, elektronik, serta online.

Sutan Riska Tuanku Kerajaan menyampaikan mementum memperingati HUT Kabupaten Dharmasraya yang ke 16 tahun 2020 ini diisi dengan berbagai kegiatan pagelaran kesenian rakyat dari berbagai etnis yang ada di Kabupaten Dharmasraya, pameran benda bersejarah, festival street food, digelar selama 7 hari 7 malam di seluruh wilayah administrasi Kabupaten Dharmasraya yang puncaknya dilaksanakan, Senin besok (06/01/2020) bertempat di situs Padang Roco Siguntur dan kegiatan ini akan digelar setiap tahun sebagai agenda kunjungan dan destinasi wisata Kabupaten Dharmasraya.

“Kami sengaja mengundang seluruh komponen masyarakat sejarawan, arkeolog, dan para pakar pendukung lain termasuk musisi besar nasional Kang Purwacaraka dengan orkestranya, gitaris Dewa Bujana, serta vokalis Tri Utami pada saat ini sedang riset tentang Sound of Borobudur yang mungkin ada keterkaitan relief  alat musik yang ada di Borobudur dengan alat kesenian masyarakat Dharmasraya yang perlu terus diteliti  untuk pelurusan sejarah Dharmasraya dalam bingkai “Festival Pamalayu” yang dahulu pernah tertoreh olah kerajaan besar yang sekarang menjadi nama kabupaten ini” ujar Tuangku Kerajaan dengan ekspresi semangat.

Para pendahulu membuat karya seni Candi Borobudur adalah refleksi yang harus kita lihat di masa kini sebagai karya besar yang ditopang oleh pengetahuan dan peradaban masa lalu tercipta harmonisasi dinamika sendi kehidupan masyakat masa lalu yang pernah mengisi perjalanan sejarah yang terpahat dalam relief padu dinamis seperti orkestra dalam bentuk suara beda membentuk irama dan ini juga mungkin terkait ada kesamaan di catatan Situs Padang Roco Dharmasraya.

“Secara keseluruhan hasil penelitian dan kajian Sound of Borobudur dan catatan situs Padang Roco Dharmasraya ini akan saya refleksi dalam bentuk karya seni orkestra yang akan kita tampilkan besok Senin (06/01/2020) di Pentas Rakyat  terbuka pelataran Situs Padang Roco, ada tidaknya  kaitan nilai sejarah antara borobudur dan Situs Dharmasraya mari kita lihat bersama penampilan harmonisasi penggunaan alat musik orkestra gelaran saya. Jangan tidak hadir ya pada acara spektakuler show ini agar kita semua jadi bagian saksi pelaku dan sejarah peradaban masa kini,” ujar Kang Purwacaraka sambil tersenyum khasnya kepada seluruh wartawan pada  saat memberikan keterangan pers didampingi Tri Utami dan Dewa Bujana.

“Saya di Dharmasraya ini untuk waktu tiga hari terhitung hari ini sampai Senin (06/01/2020) bersama tim untuk melihat dan mengamati dari dekat bagaimana masyarakat Dharmasraya hidup besama berdampingan multi etnis  dalam harmonisasi, untuk melihat catatan masa dahulu dengan karya peninggalanya bahwa moyang masa lalu terbukti punya peradaban maju,” ujar Kak Ii panggilan Tri Utami diamini oleh Dewa Bujana. (gus)

VEDIO Kemeriahaan HUT Kabupaten Dharmasraya

terkait

Hotel 88 Jember Melipat Gandakan Donasi Anda

redaksi

Swadaya Masyarakat, Buat Pos Pam Natal & Tahun Baru 2019 yang ‘Ramah Anak’

redaksi

Polres Dharmasraya Melaksanakan PSBB di Perbatasan Sumbar-Jambi

redaksi