PWI Bondowoso IJTI Tapal Kuda Gelar Aksi Damai 1.000 Lilin

oleh
PWI Bondowoso IJTI Tapal Kuda saat gelar aksi damai 1.000 lilin di depan monumen Gerbong Maut

Tolak Kekerasan Terhadap Jurnalis Bogor

BONDOWOSO, PETISI.CO – Puluhan wartawan Bondowoso menggelar aksi damai 1.000 lilin di monumen Gerbong Maut, Senin (4/6) sekitar pukul 20.00 WIB. Aksi ini sebagai pernyataan sikap penolakan kekerasan terhadap wartawan Radar Bogor yang dilakukan oknum kader PDI P saat meluruk kantor Radar Bogor beberapa waktu lalu.

Aksi wartawan Bondowoso ini merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas terhadap sesama kuli tinta yang meraaa terintimidasi oleh oknum kader PDI P Bogor termasuk pengerusakan beberapa fasilitas Radar Bogor.

Haryono selaku Ketua PWI Bondowoso dalam keterangannya, ini bentuk solidaritas atau aksi damai terhadap rekan kami wartawan Radar Bogor yang menjadi korban ketika terjadi insiden penyerangan di kantor Radar Bogor.

“Dengan digelarnya kegiatan ini, saya selaku ketua PWI untuk Bondowoso berharap tidak akan tetjadi lagi kekerasan terhadap jurnalis atau insan Pers terutama di Bondowoso,” terang Haryono.

Kegiatan sengaja dilakukan di alun alun  tepat di monumen Gerbong Maut karena ini tempat netral dan  tidak ada tendensi apapun sebab. “Ini murni kepedulian kami terhadap jurnalis Radar Bogor,” terangnya.

AJI Jember, Friska Kalia kepada menambahkan, apapun alasannya, keberatan atas pemberitaan itu ada mekanisme yang harus dilakukan sebab dalam mekanisme itu ada hak jawab dan hak koreksi.

Jadi sama sekali tidak bisa dibenarkan dan kalaupun nanti terbukti melalui Dewan Pers Radar Bogor melanggar misalnya maka akan ada sanksi-sanksi. “Kami juga mengingatkan agar ini tidak terjadi di Bondowoso yang kita tahu Bondowoso sekarang lagi Pilkada yang cukup sensitif sekali dengan isu-isu soal ini. Kita meminta kepada seluruh paslon ataupun partai pendukung kalau misalnya ada yang merasa keberatan pemberitaan agar supaya memakai jalur yang diatur dalam UU Pers,” terang Friska usai kegiatan.

Pada intinya, kekerasan kepada wartawan itu sangat tidak dibenarkan apalagi sampai melakukan kekerasan secara fisik atau sampai meninggal dunia. Sehingga kedepan khususnya di Bondowoso tidak akan terjadi lagi dan berharap agar oknum pelaku yang melakukan kekerasan kepada wartawan harus bertanggung jawab secara hukum dan pihak Kepolisian Bondowoso agar serius menagani kasus seperti ini. (cip)