PWI Malang Gandeng BNI Gelar Dialog Sinergi BUMDes

oleh

MALANG, PETISI.CO – Guna lebih meningkatkan dan mendorong perekonomian desa, PWI Malang raya menggelar sinergitas antara pers  dengan pemerintah dan perbankkan.

Dialog tersebut digelar di Hotel Ubud Kota Malang, Jumat siang (28/9/2018) dihadiri para pemateri diantaranya, Andreas Susetyo anggota DPR-RI, Wiwi Suprianto Ceo BNI Malang Raya, Hudi Hartoko Kepala Desa Pujon Kidul, Drs. Suwaji, Kepala Dinas PMD Kabupaten Malang, serta Petir Pujangkoro selaku moderator.

Ketua PWI Malangraya, Ariful Huda memberikan sambutan

Dalam kesempatan itu, Ariful Huda, Ketua PWI Malang Raya menyampaikan, dialog yang bersinergi dengan BNI dimaksudkan untuk lebih mendorong pada keterbukaan informasi.

“Melalui sinergi antara pemerintah, dunia perbankkan dan pers akan lebih meningkatkan pengelolaan perekonomian desa,” ungkapnya.

Disamping itu, lanjut Ketua PWI, dengan dialog yang melibatkan para pakar ahli di bidangnya diharapkan dapat menghasilkan solusi yang dapat memberikan pemahaman dan dorongan pada desa.

“Minimal kita ingin membuka pembahasan terkait dengan BUMDes, dimana isu penguat desa menjadi isu yang strategis di era globalisasi,” imbuhnya.

Sementara itu, Petir Pujangkoro, selaku moderator menyatakan keberadaan BUMDes menjadi isu awal dimana sesuai dengan undang-undang, maka BUMDes bisa dikembangkan berdasarkan potensi desa.

“Tentu saja ada nilai lebih, terkait BUMDes sebagai lembaga ekonomi desa bisa menjadi salah satu motor penggerak desa dan saat ini tinggal bagaimana BUMDes ini bisa terhubung dengan pelaku ekonomi global,” terangnya.

Hal senada juga diungkapkan Kepala Dinas Pemberdayaan dan Masyarakat Desa (DPMD), Kabupaten Malang, Drs. Suwaji yang menyebut pentingnya BUMDes merupakan pilar penyangga perekonomian desa.

“BUMDes merupakan satu-satunya cara desa meningkatkan perekonomian, seperti di Pujon Kidul, Kabupaten Malang, dan ini merupakan salah satu cara percepatan agar desa-desa bisa mengembangkan kawasan baru,” ungkapnya.

Sementara itu, Wiwi Supriyanto, CEO BNI wilayah Malang mengatakan, BNI bertindak sebagai Agent Of Development dan secara aktif bersinergi secara aktif di samping instansi pemerintahan.

Guna mendukung program pemerintah, salah satunya adalah melakukan penyaluran Bantuan Langsung Non Tunai (BPNT), Bantuan Sosial (Bansos), Kartu Tani, Program Keluarga Harapan (PKH).

“Secara aktif yang dilakukan BNI dalam mendukung BUMDes adalah koperasi keuangan, bisnis rintisan, pelatihan konsultasi, dan pendampingan pembentukan desa,” paparnya.

Meski demikian, secara aktif yang dilakukan BNI dalam mendukung BUMDes adalah melakukan koperasi keuangan, bisnis rintisan, pelatihan, koakurasi dan pendampingan pembentukan desa.

“BNI telah melakukan pendampingan lebih dari 5.383 BUMDes di seluruh Indonesia. Sedangkan di wilayah Malang sendiri, dari data yang ada terdapat 1.009 BUMDes di 25 Kabupaten dan Kota. Dimanan BNI mengcover, area wilayah Malang.

Salah satu wujud nyata, pendampingan BNI terhadap BUMDes Tirta Mandiri, Ponggok Klaten, Jawa Tengah, Bumdes Sumber Sejahtera Desa Pujon Kidul Malang, Bumdes Kertoraharjo Desa Sanankerto Malang. Dimana omsetnya di 2017 masing-masing kurang lebih Rp 14 Miliar, Rp 4 Miliar dan Rp 1 Miliar, ” tandasnya.

Kepala Desa Pujon Kidul, Hudi Hartoko, dalam paparanya menyampaikan apa yang sudah dilakukan di Pujon Kidul, saat ini secara ekonominya sudah semakin meningkat.

“Untuk alokasi Dana Desa (DD), di tahun berikutnya supaya ada peningkatan untuk pemberdayaan masyarakat setempat, di bidang perekonomian dan pertanian,” harapnya.

Ditambahkan, Anggota DPR-RI, komisi XI, Adreas Eddy Susetyo juga menyatakan media sangat berperan penting untuk memasarkan dan menjadi katalisator BUMDes dan perusahaan -perusahaan besar dalam bentuk CSR. Untuk lebih optimal percepatan BUMDes

“Dunia perbankan dapat menjadi agen pegadaian, agen BNI termasuk penyalur non tunai, termasuk potensi masyarakat desa,” tandas politisi PDIP, asli Arema ini. (ris/eka)