Ranperda Perlindungan dan Pengembangan Klaster Kopi Bondowoso Ditetapkan  

oleh
Bupati Bondowoso, Drs. Amin Said Husni, saat diwawancarai sejumlah wartawan, usai rapat paripurna di aula DPRD Bondowoso

BONDOWOSO, PETISI.CO – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur,  akhirnya menetapkan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Perlindungan dan Pengembangan Klaster Kopi sebagai Peraturan Daerah (Perda).

Ranperda tersebut merupakan satu dari tiga Ranperda, inisiatif dari Bupati Bondowoso, yakni Drs. Amin Said Husni, yang diusulkan pada 15 Mei 2018 lalu.

Penetapan tersebut, dilakukan dalam rapat paripurna tentang Penetapan Perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2018 dan Raperda Perlindungan dan Pengembangan Klaster Kopi Bondowoso, Jumat (24/8/2018).

Amin mengungkapkan, bahwa Perda tersebut, telah mengukuhkan Bondowoso sebagai republik kopi. Ini seolah menyempurnakan bangunan Bondowoso Republik Kopi yang sedang kita giatkan.

“Karena kelompok tani, sudah ada IG, BUMD kemudian sekarang sudah ada perda yang menjadi payung untuk itu semua,” terangnya.

Ia juga menyebutkan, adanya payung hukum tersebut, sangat berperan vital bagi keberlangsungan idustri perkopian Bondowoso, sekaligus melindungi tata niaga kopi yang selama ini telah diatur dalam bentuk Peraturan Bupati (Perbup).

“Sejak ditetapkannya Perda tersebut, diharapkan perkembangan perkopian Bondowoso dapat berkembang lebih pesat dengan standar mutu yang lebih baik,” ucap bupati dua periode itu, sambil mengimbuhkan, harapan kami, segera dilaksanakan dan dapat memberikan kontribusi bagi perkembangan perekonomian daerah. (sun)