Resiko Manajemen Komunikasi Terhadap Bahaya Berita Hoax

oleh
kuliah umum yang bertemakan ‘Managing Risk In Comm Disruptive Era’, dengan menghadirkan narasumber Dekan CBIB Women University Philipine

Diseminarkan Fikes Unitomo

SURABAYA, PETISI.CO – Bahayanya berita hoax menimbulkan keresehan masyarakat. Harus ada cara jitu untuk menanggulanginya. Bahkan, berita yang simpang siur juga mudah sekali terekspose se-nusantara.

Oleh karena itu, Fikom Universitas Dr. Soetemo menggelar kuliah umum yang bertemakan ‘Managing Risk In Comm Disruptive Era’, dengan menghadirkan narasumber Dekan CBIB Women University Philipine, Sabtu (21/7/2018.

Acara yang berlangsung meriah itu juga ada sambutan dari Wakil Rektor IV Unitomo, Dr Meithiana Indrasari dan dimoderatori Dosen Fikom, Daniel Susilo.

Acara dilaksanakan di Aula Soemantri Lt. 3 Gedung Rektorat Unitomo.

Dalam penyampaian materinya, Dekan CBIB Women University, Maria Rochelle Divinagracia menjelaskan bahwa, pengetahuan dan manajemen komunikasi perlu dikembangkan luas lagi, agar tahapan konsep informasi dan berita yang terekspose mampu dicernai dengan baik dan mengetahui arah tujuannya.

Daniel Susilo saat ditemui petisi.co di ruang lobby Gedung Rektorat Unitomo, menjelaskan, bahwa rangkaian diskusi kali ini bertujuan untuk memaparkan pengetahuan dan kritikal komunikasi, serta akan diadakan diskusi lanjutan yang berbentuk konferensi internasional pada 24 Juli 2018.

Masih dengan Daniel, “Ada misskomunikasi di bangsa ini, sehingga perlu cara handal untuk menggagalkannya. Dan kita simak, sebelumnya pernah terjadi peristiwa bom di Surabaya, Danau Toba, dan letusnya Gunung Agung Bali dan lainnya.”

Menyikapi persoalan tersebut, maka perlu Indonesia mempunyai cara yang kuat. Karena di Filipina ada cara untuk mencegah kejadian tersebut.

Contoh, saat angin topan terjadi, semua handphone yang di sana (Filipina,red) akan bergetar dan berbunyi sendiri untuk menandakan adanya angin topan.

“Jadi, harapannya semua stikeholder di bidang masing-masing, terkhususnya mahasiswa Unitomo dan Indonesia, dapat memberikan kontribusi nyata untuk menghilangkan dampak informasi hoax atau simpang siur di negeri kita,” tutup Dosen Fikom tersebut usai acara.(arianto)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.