Ribuan Warga Jember dan Lumajang Padati Parade Ogoh-ogoh di Umbulsari

oleh
Ribuan warga dan Ogoh ogoh

JEMBER, PETISI.CO – Ribuan warga dari berbagai pelosok daerah di Kabupaten Jember dan Lumajang datangi parade arak-arakan ogoh-ogoh jelang hari Raya Nyepi umat Hindu Saka 1939 di Desa Sukoreno, Kecamatan Umbulsari Senin (27/3) malam.

Sekitar 6 buah ogoh-ogoh dengan berbagai bentuk ukuran, satu buah kereta kencana dan tari-tarian khas umat Hindu, serta pujian-pujian Hindu menggema di sepanjang jalan rute acara yang kurang lebih 3 KM tersebut.

Sejak pukul 18.00, ribuan pasang mata mulai memadati ruas jalan Dusun Krajan Kidul Gank 2 hingga Gank 6, hingga pukul 23.30, tidak membuat para penonton terkesan jenuh.

Perayaan ogoh-ogoh kali dihadiri Muspika dan juga salah satu anggota DPRD Jatim dari Partisi Golkar yaitu H.Karimullah Dahrujiadi S’P.

Partisi Golkar dari Komisi D tersebut sangat kagum karena keanekaragaman budaya dan juga agama yang terletak di Desa Sukoreno sendiri.  “Saya sangat bangga dengan kerukunan umat beragama di desa ini, dan hal ini sangat patut di contoh, inilah Indonesia kecil dan patut di apresiasi,” ujar partisi yang murah senyum tersebut.

Kepala Desa Sukoreno H. Hoiri mengatakan, dirinya sangat bangga adanya kerukunan antar agama di desanya.  “Kami bangga dengan desa kecil kami, dan hal ini akan kami jaga sampai kapanpun, perayaan ogoh-ogoh ini adalah salah satu dari sekian banyak kerukunan yang bisa di tampilkan,” ujar nya.

Hoiri menambahkan, besok ketika umat Hindu menjalankan amati geni, pihaknya sebagai umat muslim menjaga dan menghormati agar warga umat Hindu menjalankan ibadah dengan tenang dan tumakninah.

Diketahui, warga yang tinggal di Desa Sukoreno, Kecamatan Umbulsari, Kabupaten Jember, bukan hanya beragama Hindu, namun juga beragama Islam maupun Nasrani, namun demikian mereka berdampingan dengan rukun dan saling menghormati.

Hal tersebut tercipta tidak terlepas dari campur tangan 3 pilar di desa itu, yakni Babinkamtibmas, Babinsa, Aparatur Desa, yang terus berkolaborasi memberikan pelayanan dan seruan saling menghormati antar agama.

“Saling menghormati antar agama, adalah salah satu kunci utama untuk menjaga keutuhan dan kesatuan NKRI, terciptanya kerukunan antar agama disini itu sudah tercipta puluhan tahun, wajib bagi kita untuk menjaga dan  melestarikan nya, ” papar Sudarmono Babinkamtibmas Desa Sukoreno disela sela acara.(yud)

No More Posts Available.

No more pages to load.