Petisi
Pemprov Jatim buat Whatsaap Radar Covid-19.
PEMERINTAHAN

Ringankan Masyarakat Terdampak Covid-19, Pemprov Jatim Gratiskan Uang Sewa Rusunawa

SURABAYA, PETISI.CO – Untuk meringankan masyarakat terdampak pandemi Corona atau Covid-19 secara ekonomi, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) menggratiskan uang sewa bagi penghuni rumah susun sewa (rusunawa) untuk tiga bulan ke depan, yaitu April-Mei-Juni.

Ada empat rusunawa milik Pemprov Jatim yang berada di Surabaya dan sekitarnya. Yaitu Rusunawa Gunungsari, Rusunawa SIER, Rusunawa Sumur Welut, dan Rusunawa Jemundo di Kabupaten Sidoarjo.

“Total ada 772 unit dari empat rusunawa milik pemprov,” kata Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa kepada wartawan di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Kamis (2/4/2020).

Khofifah meminta kepada para kepala daerah di kabupaten/kota se Jatim yang mengelola rusunawa juga mengeluarkan kebijakan yang sama, yaitu membebaskan uang sewa hunian kepada warga penghuni.

“Karena banyak pemkab dan pemko yang sudah memiliki rusunawa, maka kami imbau untuk bersama-sama meringankan beban mereka,” ujar mantan Menteri Sosial ini.

Kepala Dinas PU Cipta Karya Baju Trihaksara menambahkan, Rusunawa Gunungsari terdiri dari 248 unit. Sewa yang dibebaskan selama tiga bulan hunian sebesar lebih dari Rp 189.180.000. Rusunawa SIER jumlah hunian 60 unit dengan sewa hunian selama tiga bulan sebesar Rp 46.140.000.

Kemudian untuk Rusunawa Jemundo sebanyak 50 unit dengan uang sewa selama tiga bulan sebesar Rp 43.180.000. Sedangkan Rusunawa Sumur Welut dengan 407 hunian, sewa hunian selama tiga bulan sebesar Rp 320.850.000.

“Total biaya yang dibebaskan dari empat rusunawa sebesar Rp 600.090.000. Harapannya, warga penghuni rusunawa bisa memanfaatkan uang sewa bulanan itu untuk kebutuhan sembako,” jelasnya.

Kebijakan tersebut dikeluarkan mengingat makin meluasnya persebaran Covid-19 yang secara otomatis berdampak secara ekonomi kepada masyarakat di Jatim. Berdasarkan data terbaru yang dikeluarkan Gugus Tugas Covid-19 setempat, sebanyak 103 orang terkonfirmasi positif Corona.

Penambahan terjadi pada jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) yang saat ini sebanyak 686 orang. Peningkatan juga terjadi pada kategori orang dalam pemantauan atau ODP sebanyak 8.395 (orang).

“Dari jumlah itu (103 orang positif), ada 22 pasien sembuh atau setara 21,3 persen. Angka itu juga tidak ada penambahan dari sebelumnya. Sedangkan yang meninggal sebanyak 11 orang  setara dengan 10,6 persen,” ungkapnya.

Khofifah berulang kali menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, dengan memaksimalkan langkah pencegahan covid-19. Mengingat sampai saat ini kasus korona telah menyebar ke 38 kabupaten/kota di Jatim.

“Mari kita tingkatkan kewaspadaan berlapis untuk mencegah penyebaran covid-19 ini, karena penyebaran covid-19 ini jangan pernah dianggap sepeleh. Upaya pencegahan yang paling bagus memang dengan kita tidak keluar rumah,” pintanya. (bm)

terkait

Malang Raya Susul Surabaya Raya Terapkan PSBB

redaksi

Bupati Jember Pastikan Rencana Pengerjaan Infrastruktur Di Pelosok

redaksi

Walikota Batu: Jaga dan Rawat Pancasila

redaksi