Risma Ajak Pendemo Jaga Keamanan Surabaya

oleh
Wali Kota Surabaya, Risma didampingi Kapolrestabes Surabaya

GUIB Demo Anti Ahok

SURABAYA, PETISI.CO – Sejumlah Ormas Islam yang tergabung dalam Gerakan Umat Islam Bersatu (GUIB) Jatim melakukan aksi. Mereka ingin agar hakim memberikan hukuman kepada Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang mereka sebut sebagai penista agama.

Mereka mencela tuntutan jaksa yang dinilainya tidak independen. Jaksa hanya menuntut Ahok satu tahun penjara dengan masa percobaan dua tahun pada sidang 20 April 2017 lalu.

“Tuntutan itu sama saja dengan tidak ada hukuman. Hakim harus memberikan hukuman penjara terhadap seorang penista agama,” ujar Koordinator Aksi, Yunus, dalam orasinya di depan Gedung Negara Grahadi, Senin (8/5/2017).

Selain berorasi, massa aksi yang berjumlah puluhah orang itu juga membawa spanduk dan poster. Spanduk dan poster itu bertuliskan antara lain: ‘Al Quran adalah sumber dari segala sumber hukum’,’Arek Suroboyo Ahok bebas = Revolusi’, ‘Ahok the biang kerok’ dan lain sebagainya.

Di depan Gedung Negara Grahadi, kedatangan massa ditemui Asisten I Bidang Pemerintahan Sekdaprov Zainal Muthadin. Zainal mengatakan Gubernur Jatim Soekarwo saat ini sedang tidak ada di tempat, namun aspirasi massa akan diterima.

“Pak gubernur sedang tidak ada di tempat. Saya yang mewakili. Kami akan menerima aspirasi dan nanti akan disampaikan. Saya meminta agar aksi ini berjalan dengan tertib dan kondusif,” kata Zainal.

Selain melakukan aksi di Gedung Negara Grahadi, massa juga melakukan aksi ke Pengadilan Tinggi Jatim Jalan Sumatera dan DPRD Provinsi Jatim.

Namun Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengimbau massa agar tidak melakukan aksi di DPRD Jatim. “Saya berharap kita bersama dan bersatu menjaga ketertiban dan keamanan Surabaya,apalagi ini jelang bulan puasa,” kata Risma.

Risma mengimbau agar aksi berjalan tertib dan tidak mengganggu kelancaran lalu lintas. “Sudah di sini saja. Kan aspirasi sudah diakomodasi,” kata Risma.

Rencananya, massa menyuarakan tuntutan yang sama. Namun polisi yang berjaga terus berusaha mengatur arus lalin agar mencair dan tak macet. (han/dt)