RS Bedah Surabaya Rujuk 16 Korban Bom

oleh
Direktur Utama RS Bedah Surabaya, Priyanto Suharsono memberikan keterangan pers

SURABAYA, PETISI.COSebanyak 16 korban ledakan bom Gereja Santa Maria Tak Bercela (SMTC) yang terjadi Minggu (12/5/2018) pagi, dilarikan ke RS Bedah Jalan Manyar no 9 Surabaya.

Managemen Rumah Sakit Bedah Surabaya, membenarkan beberapa korban ledakan bom telah diberikan pertolongan tim medis.

“Kami awalnya menerima 16 orang. Setelah kami rawat bersama tim medis dr Soetomo, ada beberapa korban yang harus kami rujuk karena keadaan yang diderita korban cukup parah,” jelas Direktur Utama RS Bedah Surabaya, Priyanto Suharsono, Minggu, 13 Mei 2018.

Salah satu korban dilarikan ke RS Bedah Surabaya. (ist)

Sembilan korban yang di rawat di RS Bedah Surabaya, adalah Diah Linawati (69), Warsinto (64), Desmonda (20), Teddy (65), Wenny (47), Fransiska (60), Sidiq (65) dan Nathanael (8).

Sementara satu korban yang merupakan kakak Nathanael bernama Vincencius Evan (11) meninggal karena mengalami luka paling parah.

“Korban meninggal karena banyak serpihan logam yang masuk kedalam tubuhnya. Korban adalah kakak dari Nathanael,” lanjut Priyanto.

Masih kata Priyanto, sementara ketujuh korban yang dirujuk ke rumah sakit lain yakni : 1. Ahmad di rujuk ke RSUD Soetomo, 2. Ari Setiawan dan Mulyono dirujuk ke RSAL Surabaya, 3. Mega Sari dirujuk ke RS Siloam, 4. Sutanto dan Evekyn dirujuk ke RS Premier dan 5. Salah satu anggota polisi yang bernama Junaedi dirujuk ke RS Bhayangkara, Polda Jatim.

Diberitakan sebelumnya, terjadi ledakan bom di Gereja Santa Maria Tak Bercela, Jalan Ngagel Jaya Utara pada Minggu, 13 Mei 2018, pagi. Hingga saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan, penyidikan dan olah TKP di lokasi kejadian. (irul)