Probolinggo, petisi.co – Dengan mengambil tempat di halaman Museum Probolinggo perhelatan perdana Harmoni Museum resmi digelar. Acara ini merupakan bagian dari rangkaian 100 Event Probolinggo yang merupakan salah satu program unggulan yang diinisiasi oleh Wali Kota, Aminuddin bersama Wakil Wali Kota, Ina Dwi Lestari dalam 100 hari pertama kepemimpinannya.
Wali Kota Probolinggo, Aminuddin dalam sambutannya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengambil peran aktif dalam membangun harmoni kota, sesuai filosofi yang diusung oleh tajuk acara ini. Harmoni adalah ketika setiap bagian mengambil peran dan bersama-sama menciptakan hasil layaknya sebuah orkestra yang teratur dan pentingnya memahami akar budaya lokal melalui museum sebagai ruang pembelajaran sejarah.
“Museum ini merekam jejak perkembangan budaya Kota Probolinggo dengan memahami sejarah kita tidak hanya belajar untuk hari ini tapi juga menanamkan nilai bagi generasi mendatang, Ini baru awal saya berharap denyut seni dan budaya di Kota Probolinggo semakin hidup dan menjadi magnet wisata yang membanggakan,” kata Wali Kota Aminuddin.
Sementara Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Siti Romlah menyampaikan, bahwa kegiatan ini bertujuan untuk membumikan museum di tengah masyarakat. “Kami ingin masyarakat, terutama generasi muda, akrab dengan museum. Hari ini, pengunjung dapat melihat langsung koleksi istimewa seperti batik era kolonial Belanda dan sepeda uap pertama di kota ini,” jelasnya.
Untuk diketahui sebagai ruang ekspresi budaya Harmoni Museum menyuguhkan berbagai pertunjukan seni yang menggugah diantaranya, Tarian pembuka Katamoyan Pangraje, Jaran Bodag, hingga Tari Pitik Walik yang dibawakan oleh anak-anak TK dalam kostum ayam kuning dengan jengger merah dari Sanggar Seni Putra Rahayu, berhasil memikat perhatian pengunjung. (reb)







