Petisi
Rudy Kelces (kiri) bersama pelatih DIY dan Kalsel memberikan keterangan pers. (Bm)
OLAHRAGA

Rudy Kelces Minta Pemainnya tak Remehkan Kalsel

SURABAYA, PETISI.CO – Pelatih tim Pra PON Jawa Timur (Jatim), Rudy Kelces meminta anak didiknya untuk tidak meremehkan tim Kalimantan Selatan (Kalsel) pada laga pertama Pra PON di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Jumat (6/12/2019).

“Anak-anak harus bermain semangat, serius dan tidak meremehkan lawan. Main lepas dan jangan main kasar,” katanya kepada wartawan di Sidoarjo, Kamis (5/12/2019) malam.

Permintaan mantan pemain Persebaya dan Niac Mitra itu cukup wajar. Sebab, laga awal Jatim lawan Kalsel bukan laga yang mudah untuk dimenangkan. Butuh kerja keras dan fokus pemain di dalam lapangan.

“Kita punya waktu 2×45 menit untuk berjuang. Yakin menang itu harus. Tapi, yakin tanpa kerja keras, itu bohong namanya,” ujarnya.

Pelatih Kalsel, Ali mengaku Jatim bukan lawan enteng. Dari dulu, Jatim memiliki prestasi bagus dipersepakbolaan tanah air. “Ditunjang lagi dengan persiapan yang panjang,” sergahnya.

Karenanya, dia menginstruksikan pemain untuk mewaspadai tim asuhan Rudy Kelces dihadapan pendukungnya. “Persiapan kami sudah maksimal. Semoga laga besok anak-anak bermain bagus,” tuturnya.

Hal senada dikatakan pelatih DI Yogjakarta, Heriyanto. Kekuatan Jatim tak perlu diragukan lagi. “Jatim punya pelatih handal. Siapa yang tidak kenal dengan Rudy Kelces,” ucapnya.

Sebaliknya, Heriyanto menyebut persiapan timnya menemui beberapa kendala. Ada beberapa pemainnya yang tidak bisa berlatih maksimal, karena harus memperkuat timnya berlaga di Liga 3.

“Akhirnya kami terpaksa menjatuhkan pilihan kepada mereka untuk bermain di pra PON atau Liga 3. Ada yang ingin main di pra PON, ada juga di Liga 3. Jadi, kekuatan Kalsel tak terlalu menyolok,” ungkapnya.(bm)

terkait

Staf Ahli Menteri Pariwisata Dampingi Gubernur Riau Buka Pacu Jalur

redaksi

Turnamen Bola Volly Piala Bergilir Kapolda Jatim, Pacitan dan Gresik Sabet Juara

redaksi

IGRA Kecamatan Kesamben Jombang Gelar Senam Mamamia 2019

redaksi