Rumah Janda Ngrayun Tertimpa Longsor Tebing di Belakang Rumah

oleh
Retakan tembok akibat kena longsoran.

PONOROGO, PETISI.CO – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Ngrayun selama empat jam berturut-turut pada Jumat sore (23/2 /2018) mulai pukul 13.30 hingga pukul 17.30 wib, mengakibatkan bencana longsor.

Meski dalam kejadian tersebut tidak memakan korban jiwa, namun rumah korban mengalami kerusakan.

Korban yang tak lain adalah Jumirah (60), warga RT 03 RW 01 Dukuh Krajan, Desa/Kecamatan Ngrayun Kabupaten Ponorogo tersebut harus meratapi nasibnya. Seketika itu berangsur rumah Jumirah ramai didatangi tetangga dan kerabat yang kaget mendengar kabar rumahnya dihantam longsor.

Seperti diungkapkan Kapolres Ponorogo, Suryo Sudarmadi ketika dimintai keterangan melalui Kapolsek Ngrayun, AKP. Sutriatna petang kemarin.

Ia membenarkan kejadian bencana longsor yang menimpa rumah warga di wilayah hukumnya tersebut.

Tebing yang longsong.

Menurut Sutriatna, kejadian longsornya tebing setinggi kurang lebih 8 meter yang berada di belakang rumah korban itu sebelumnya telah diawali hujan deras yang berlangsung sekitar 4 jam terus menerus.

Sehingga membuat tebing yang struktur tanahnya labil tersebut lobgsor dan menimpa sebagian rumah dari Jumirah yang seorang janda.

“Tebing setinggi 8 meter tersebut longsor dan menimpa dinding dan atap rumah dari korban, sehingga mengakibatkan atap runah korban rusak dan dinding sepanjang 10 meter rusak, kondisinya retak dan terdesak kedalam yang akhirnya harua dibongkar, karena kawatir ambrol, karena air dan lumpur terus mendesak dinding tembok dari rumah korban,” jelas Sutriatna.

Masih menurut Sutriatna, petugas dari Polsek Ngrayun dan Koramil Ngrayu beserta warga melakukan pembersihan lumpur.

“Karena waktu sudah menjelang malam dan gelap bila malam ini tidak selesai evakuasi lumpur akan kita lanjutkan pagi, serta sementara penghuni rumah ini kita sarankan mengungsi ke rumah anak atau saudaranya yang aman, karena kita kawatirkan terjadi longsor susulan, untuk tafsiran sementara dari anggota kami kerugian materiil sekitar Rp 10 juta,” pungkas Kapolsek Ngrayun.(mal)

No More Posts Available.

No more pages to load.