PETISI.CO
Suasana persidangan pemalsuan akta otentik pengangkatan terdakwa sebagai direktur PT Hosion.
HUKUM

Saksi Ahli Sebut Pengangkatan Ariel Sebagai Dirut PT Hosion, Sah

SURABAYA, PETISI.COPersidangan kasus pemalsuan akta otentik dengan terdakwa Ariel Topan Subagus, digelar di Pengadilan Negeri Surabaya, Rabu (24/2/2021). Dua saksi ahli dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Darwis.

Kedua saksi ahli hukum dari Universitas Trisakti itu, adalah Doktor Arif Wicaksono dan Doktor Hadi Dian Adriawan.

Di depan majelis hakim diketuai Parno, ahli pidana Hadi Dian Adriawan menjelaskan, bahwa akta yang dibuat dan ditandatangani oleh para pemegang saham, secara hukum itu sah.

“Kalau itu akta otentik yang dinyatakan palsu, yakni akta nomor 18 tahun 2016, menurut pendapat saya itu sah secara Hukum. Kalau itu dipakai sebagai dakwaan jaksa terkait pasal 266 dan 263, bisa saja dakwaan itu gugur,” jelas Hadi Dian.

Baca Juga :  Polres Kuansing Tangkap Pengguna Narkoba  

Sementara ahli perseroan, Arif Wicaksana menjelaskan bahwa keputusan serkuler yang dilakukan para pemegang saham, adalah sah. Tidak perlu RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham) karena sudah sesuai dengan UU PT pasal 91.

“Keputusan serkuler adalah sah,” tegas saksi ahli, Arif Wicaksana.

Seusai sidang penasihat hukum terdakwa, Harris Arthur Hedar mengatakan, dia mendengarkan pernyataan ahli secara jelas. Intinya pengangkatan terdakwa Ariel Topan Subagus sebagai Direktur PT Hosion Sejati, sah menurut hukum.

Dikatakan, saham yang dimiliki oleh Kang Hoke jika tidak bisa dibuktikan dengan bukti setor saham, maka kepemilikan saham Hoke itu tidak sah berdasarkan undang undang.

Baca Juga :  Kakak Beradik Warga Pacar Kompak Nyabu

“Karena setiap kepemilikan saham harus dibuktikan dengan tanda bukti setor pada bank dan itu tidak dimiliki oleh Hoke,” kata Harris.

Jadi, lanjut Harris, saham Kang Hoke menurut ahli tidak sah, jika tidak dilampiri dengan bukti setor.

Harris menegaskan, bahwa waris itu secara otomatis sah, karena ini adalah warisan. Sedangkan perusahaan itu sendiri milik orang tua Ariel.

“Dari keterangan ahli pidana tadi dikatakan itu sah, jadi akte itu sah menurut penjelasan ahli tadi,” kata dia.

Masuh kata Harris, waris itu turun langsung dan jatuh ke anaknya dan tidak perlu lagi RUPS. Pernyataan ahli, boleh dilakukan serkuler.

Baca Juga :  Sidang Lanjutan Supadi Semakin Interesting dengan Kehadiran Saksi Ahli Pakar Hukum

Akta nomor 18 tahun 2016 yang dinyatakan palsu oleh Hoke, kata ahli akta itu yang sah menurut undang-undang. Karena telah dibuat di Notaris dan pengangkatan Ariel sebagai direktur sudah sah, dibuat berdasarkan serkuler. Semua pemegang saham telah tanda tangan.

“Apa yang didakwakan oleh jaksa tidak bisa dibuktikan dalam persidangan,” tegas Harris. (pri)

terkait

Aniaya Kakek Hingga Terluka, Warga Rengel Dijebloskan Penjara

redaksi

Ibu Paruh Baya Jual Arak

redaksi

Polres Bondowoso Tahan Pencuri Ribuan Bilik Suara Milik KPU

redaksi
Open

Close