PETISI.CO
Sidang kasus dugaan korupsi Pasar Manggisan.
HUKUM

Saksi Kasus Korupsi Bantah Pertemuan di Pendopo Bahas Pasar Manggisan

JEMBER, PETISI.COSidang dugaan kasus korupsi pasar Manggisan digelar pengadilan Tipikor Surabaya, Selasa (30/6/2020).

Ketua Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Surabaya di Sidoarjo, Hisbullah Idris gelar dan periksa 12 saksi  dari Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember kasus dugaan korupsi pasar Mangisan yang  diajukan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari.

Persidangan yang digelar di ruang sidang Candra tersebut mengorek tentang pertemuan di Pendopo Wahyawibawagraha oleh Bupati dan rangkap jabatan oleh terdakwa Anas Ma’ruf sebagai pengguna anggaran dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), serta peran dari masing-masing terdakwa.

Dari 12 saksi yang hadir mereka adalah Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bapeda), Achmad Imam Fauzi, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga, Yessiana Arifah serta Kepala Bagian Umum yang sekaligus sebagai Ketua Pokja, Danang Andriasmara maupun Bendahara Dinas Perdagangan dan ESDM  dan para pihak terkait.

Sidang ketiga digelar secara virtual tidak dihadiri empat terdakwa yakni Fariz Nurhidayat, Sugeng Irwan Widodo (Dodik) Anas Ma’ruf dan Edy Suhadi, melainkan dari Lapas Kelas IIA Jember melalui video telekonferensi.

JPU Kejari Jember, Triyono Yulianto mengorek dari keterangan saksi tentang peran mereka masing- masing, mulai dari Achmad  Imam Fauzi, dan Yessiana Arifah maupun yang lain, apakah benar ada pertemuan internal di pendopo bupati, dan apakah pertemuan itu dihadri oleh terdakwa Fariz dan Dodik.

Keterangan saksi Fauzi membenarkan pertemuan itu, hanya sekali bertemu dengan Dodik dan Fariz. Itupun dalam satu forum yang juga dihadiri oleh terdakwa Anas Ma’ruf, dan itu dibenarkan oleh saksi Yessiana Arifah.

Keterangan Fauzi dan Yessiana Arifah. Benar pertemuan ada di Kantor Bupati itu sifatnya berdiskusi tentang konsep desain penampakan tiga dimensi, sementara Faris sebagai operator di forum itu. Namun dalam pertemuan itu tidak membahas sama sekali tidak membahas tetang pasar Mangisan, melainkan pekerjaan Ruang Terbuka Hijau (RTH).

Sidang berjalan dua jam itu JPU dan Hakim maupun Penasehat hukum terdakwa, untuk mengetahui peran masing-masing terdakwa dan terjadinya rangkap jabatan terdakwa Anas Ma’ruf sebagai Kepala Disperindag Sebagai PA merangkap PPK dalam proyek pasar Manggisan.

Menurut dari keterangan Saksi Fauzi perihal janji Bupati, membahas dana alokasi DAK tahun 2017 pasar gagal dilaksanakan. 2018 Sampai dengan pertengahan tahun belum juga dilelang. Padahal janji kerja. Sehingga dibuat rapat serapan anggaran tiga dinas yang paling bermasalah.

Bupati memang berkantor di gedung pendopo. Bukan pertemuan di rumah dinas.

“Saya berinisiatip memberikan masukan pada bupati, supaya PPK juga dijabat oleh Anas Ma’ruf dan itu tidak melanggar hukum, yang saat itu Bupati menawarkan (ditawarkan) pada Anas Ma’ruf yang juga sebagai Kepala Disperindag, Gimana kamu Nas dan Anas menjawab siap,” ujar Fauzi dalam kesaksiannya.

Hal yang sama disampaikan oleh Yessiana Arifah, Kepala  dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR), dalam kesaksiannya, menandaskan Bupati Faida Sebelumnya menawarkan jabatan PPK pada terdakwa Anas dan berkata siap, untuk itu kami juga siap membantu bila diminta namun terdakwa tidak pernah minta saran.

Sementara Penasehat Hukum Terdakwa, Achmad Holili, mengatakan dari 12 saksi yang dihadirkan dalam persidangan tersebut tidak ada satu pun yang bisa menerangkan, peran terdakwa Fariz dalam pengadaan barang dan jasa untuk perencanaan maupun pengawasan pasar Manggisan.

“Siapa yang melaksanakan dan bagaimana pengerjaan dari proyek itu, disub kontrakan, apa pinjem bendera semua dijawab tidak tahu bahkan banyak pertanyaan dijawab dengan lupa,” pungkas PH terdakwa Fariz Nurhidayat. (eva)

terkait

Polres Sinjai Amankan Pelaku Pencurian Kotak Amal  

redaksi

Komplotan Penipu Antar Kota Dihukum 3 Bulan Penjara

redaksi

Ditahan Polisi Semalam, Gafur Diduga Pencuri HP Tewas

redaksi