Sambut Ganjar di Balai Pemuda, Indonesia Moeda Gaungkan Flashmob Lagu-Lagu Nusantara

oleh -197 Dilihat
oleh
Di atas panggung, puluhan anak-anak muda berkaos putih memimpin gerakan flashmob

SURABAYA, PETISI.CO – Sabtu (6/5/23) siang, ribuan warga memadati kompleks halaman Balai Pemuda Surabaya. Mereka berduyun-duyun datang untuk bertemu langsung dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang hadir dalam acara pentas wirausaha dan UMKM.

Acara ini turut dihadiri oleh jajaran pengurus DPD PDI Perjuangan Jatim dan DPC PDI Perjuangan Surabaya beserta Walikota dan Wakil Walikota Surabaya.

Secara bersahut-sahutan, ribuan warga yang memadati area tersebut meneriakkan dukungan kepada Ganjar yang tiba bersama istrinya, Siti Atikoh. “Ganjar Presiden!” Pekik para masyarakat kota pahlawan yang hadir disitu.

Massa kian memadat saat Ganjar memberikan sambutan singkat. Ia menyampaikan dukungannya pada para pelaku UMKM di Surabaya dan berjanji akan mendukung mereka melalui kanal-kanal media sosialnya.

Seusai memberikan sambutan, Ganjar bergeser menuju ke area Balai Budaya untuk mengisi talkshow singkat dengan didampingi para pejabat.

Di saat yang sama, puluhan anak-anak muda berkaos putih naik ke atas panggung dan memimpin gerakan flashmob dengan dipimpin oleh lima orang instruktur utama. Ada pula beberapa yang membaur di antara kerumunan massa.

Menggunakan seragam kaos berwarna putih dan bertuliskan Kerja Indonesia Moeda, mereka mengajak ribuan massa mengikuti gerakan dengan alunan Medley lagu-lagu nusantara yang diputar oleh pengeras suara.

Kaum Millenial dan Gen Z ini berasal dari kalangan mahasiswa, pelajar, dan kaum muda. Secara bersemangat mereka menarikan gerakan untuk mengiringi lagu Yamko Rambe Yamko dari Papua, Manuk Dadali dari Jawa Barat, dan Sik Sik Sibatumanikam dari Sumatera Utara. Gerakan ini diikuti oleh para pengunjung.

Koordinator Kerja Indonesia Moeda Aryo Seno Bagaskoro menyampaikan, tujuan tampilan tersebut adalah untuk menghidupkan kembali memori kolektif tentang persatuan nasional di kalangan anak-anak muda dengan cara-cara yang up-to-date.

“Kota Surabaya adalah dapur nasionalisme dan persatuan di masa pra-kemerdekaan. Saat ini menyongsong seratus tahun Sumpah Pemuda di tahun 2028, anak-anak muda harus bekesadaran sejarah untuk me-refresh memori kolektif kita,” ujarnya dalam siara persnya, Minggu (7/5/2023).

Pria 21 tahun ini menyebut dalam konteks masa kini, Surabaya tidak boleh berhenti memproduksi gagasan untuk bangsa, apalagi di era teknologi digital yang memungkinkan para pemuda untuk mengkolaborasikan pemikiran dan karya.

“Dari latar tempat hari ini di Balai Pemuda, kami ingin menangkap energi optimisme tentang peran anak muda dan masa depan. Bahwa lagu-lagu dari beragam daerah bergema adalah simbol perlunya kita terus menguatkan saraf kesatuan cita-cita kita sebagai satu bangsa,” ungkapnya.

Seno tak menampik bahwa mereka menginisiasi tampilan tersebut untuk menyambut dan mengiringi hadirnya Ganjar Pranowo di Surabaya. Pak Ganjar adalah satu sosok teladan kepemimpinan yang baik bagi anak-anak muda.

“Teladan baik ini harus dikonkretkan oleh kami dalam bentuk gerakan nyata yang terus menerus digulirkan. Melalui diskusi dan aksi yang diinisiasi oleh anak-anak muda. Bagi kami, Surabaya adalah titik awal yang krusial,” paparnya.

Mahasiswa Jurusan Ilmu Politik FISIP Universitas Airlangga ini, menambahkan gerakan Kerja Indonesia Moeda akan terus digulirkan dan disebarluaskan lewat berbagai macam aksi.

“Tujuannya rasa cinta tanah air dalam balutan persatuan nasional hidup dan membawa manfaat di benak dan sanubari Gen Z serta Millenial,” tandasnya. (bm)

No More Posts Available.

No more pages to load.