Sapa Indonesia Siapkan Satu Posko 20 Relawan Jokowi di Setiap Desa

oleh

SURABAYA, PETISI.CO – Dukungan elemen masyarakat kepada pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin terus mengalir. Di Jatim, elemen Sapa Indonesia. Dipimpin Kuswandi, Sapa Indonesia siap mengumpulkan ribuan relawan di desa- desa di 38 Kabupaten/Kota di Jatim.

“Setiap desa akan kami siapkan satu posko yang berisi 20 relawan. Tinggal dihitung saja berapa jumlah desa di seluruh kab/kota di Jatim,” kata Kuswandi kepada wartawan usai acara Diskusi dan Deklarasi Kebangsaan Gerakan Jaga Indonesia di Bober Cafe,   Jumat (28/9/2018) malam.

Para relawan itu, menurutnya, akan mengawal kemenangan Jokowi dua periode. Program satu desa satu posko, satu posko 20 relawan kami galakkan dengan door to door. Mereka bergerak dari satu ke pintu untuk mengampanyekan keberhasilan-keberhasilan pemerintahan Jokowi.

“Sapa Indonesia akan menjadi garda terdepan menangkal berita hoax yang beredae di tengah masyarakat. Kami telah bergerak di Jatim, Jateng dan Jabar. Isu SARA dan penggantian ideologi akan kami tangkal dan tetap pertahankan Pancasila,” paparnya.

Dalam diskusi ini, menghadirkan sejumlah nara sumber. Salah satunya adalah Puti Guntur Soekarno. Di diskusi tersebut, Puti menyinggung telah terjadi pertarungan ideologi menjelang Pemilu 2019.

Untuk itu, Puti mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk menjaga NKRI bersama-sama. Bicara menjaga NKRI adalah bagaimana kita menjaga Pancasila. Itu adalah formulasi yang benar-benar digali oleh Bung Karno dalam proses kontemplasi yang panjang.

“Pancasila bagaikan mutiara yang terpendam. Pak Jokowi adalah sosok seperti Bung Karno yang bisa menjaga NKRI dan Pancasila,” ujar mantan Calon Wakil Gubernur Jatim di Pilgub Jatim 2018.

Untuk itu, Puti menegaskan bahwa menjaga ideologi Pancasila, pintu masuk yang terpenting adalah melalui pendidikan. Dia mengingat pesan Bung Karno bahws kita harus berdiri sendiri dan Nation Character Building diperkuat. Tidak semata mata karena nggak sesuai agamanya terus kita bermusuhan.

“Tangan saya pernah ditepis karena mungkin dianggap kafir, setelah saya berkampanye di Pilkada Jakarta lalu. Padahal yang nepis itu sesama Muslim. Kejadian itu terjadi kepada saya sendiri,” katanya. (bm)

No More Posts Available.

No more pages to load.