SBR Digeber Saat Ramadan, Disdik Kediri Siapkan Award dan Monitoring Ketat

oleh
oleh
Kasi kurikulum dan kesiswaan SMP, Wawan Sarudi mewakili Kadisdik Kabupaten Kediri M. Muhsin, M.Pd

Kediri, petisi.co – Memasuki bulan suci Ramadan, Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Kediri langsung tancap gas. Program Sekolah Berbudaya Religi (SBR) resmi diterapkan serentak di seluruh satuan pendidikan, mulai TK, SD, SMP hingga SMA/SMK se-Kabupaten Kediri. Pelaksanaannya dikawal bersama Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kediri.

Program ini bukan sekadar rutinitas seremonial. SBR diisi dengan penguatan kegiatan keagamaan seperti tadarus Al-Qur’an, salat dhuha, salat berjamaah, pembiasaan puasa, hingga aktivitas religi lainnya yang terstruktur selama Ramadan. Targetnya jelas: membangun fondasi karakter siswa yang religius, disiplin, dan berintegritas.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, Dr. Mokhamad Muhsin melalui Kasi Kurikulum dan Kesiswaan SMP, Wawan Sarudi, menegaskan bahwa SBR menjadi strategi konkret pembentukan karakter generasi muda.

“Pembentukan karakter anak sangat penting melalui SBR agar mereka memiliki kepribadian yang kuat, tidak mudah terpengaruh hal negatif, serta mampu mencegah kenakalan remaja,” tegas Wawan, Kamis (12/2/2026).

Tak berhenti di situ, Disdik juga menyiapkan SBR Award sebagai bentuk apresiasi sekaligus pemicu semangat sekolah. Penilaian dilakukan dengan indikator khusus dan akan disertai pemantauan langsung ke lapangan.

“Sekolah tidak hanya diminta menjalankan, tapi benar-benar menghidupkan budaya religi di lingkungan masing-masing. Kami akan turun langsung memonitor,” tambahnya.

Untuk memastikan pelaksanaan berjalan tertib, Disdik telah menerbitkan surat edaran lengkap dengan petunjuk teknis (juknis) kegiatan belajar mengajar selama Ramadan. Sejumlah penyesuaian diberlakukan, mulai dari perubahan jam masuk sekolah hingga pemangkasan durasi pelajaran dari 40 menit menjadi 30 menit.

Menariknya, penguatan karakter juga diperluas melalui kebijakan terbaru dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Kini, setiap upacara bendera hari Senin tak hanya diisi lagu Indonesia Raya dan Lagu Kerukunan Siswa, tetapi juga pembacaan ikrar siswa.

“Ikrar siswa ini menjadi bagian dari penguatan karakter dan nasionalisme. Jadi religius kuat, nasionalisme juga kokoh,” jelas Wawan.

Dengan kombinasi pembiasaan spiritual dan penguatan nilai kebangsaan, Disdik Kabupaten Kediri menegaskan bahwa Ramadan bukan sekadar momentum ibadah, tetapi juga fase strategis membentuk generasi yang berakhlak, tangguh, dan cinta Tanah Air. (bam)