SBY Orasi Demokrasi dan Kebebasan Pers

oleh
Presiden ke 6 RI Susilo Bambang Yudhoyono menerima Anugerah Prapanca Agung dari Ketum PWI Pusat Margiono didampingi Ketua PWI Jatim Akhmad Munir di acara Piuncak HPN 2017 di Gedung Negara Grahadi

Puncak HPN 2017 PWI Jatim

SURABAYA, PETISI.CO – “Saya selalu rindu kembali ke Jatim, sebagai tanah kelahiran. Saya anak orang biasa dari Pacitan, dengan segala kelemahan dan kekurangan,” demikian disampaikan Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden ke 6 RI, mengawali orasinya tentang Demokrasi dan Kebebasan Pers.

Dikatakan, waktu menerima delegasi PWI Jatim yang meminta dirinya orasi tentang Demokrasi dan Kebebasan Pers, SBY mengaku merenung sejenak.

Katanya, ada beberapa pertanyaan yang perlu dijawab. Apakah rakyat sekarang tertarik demokrasi dan kebebasan pers? Apakah tepat saya bicara demokrasi dan kebebasan pers? Bagaimana dengan orang yang tidak mengerti?

“Tapi saya pikir saya tidak baik kalau saya jadi penakut. Takut di negeri sendiri,” katanya.

SBY mengaku bebera kali menjadi korban hoax. “Ada yang memberitakan sesuatu yang sebenarnya tidak saya omong.”

SBY menyatakan, mudah-mudahan tidak dianggap menggurui.

Katanya, sederhananya demorasi itu adalah suara rakyat. Kemerdekaan rakyat. Demokrasi itu rakyat didengarkan suaranya dan rakyat ikut berpartisipasi di dalamnya.Sementara pers hendaknya mengekspresikan suara rakyat, juga mengontrol pemerintah.

“Pemberitaan pers harus obyektif dan berdasarkan fakta, serta berangkat dari etikat baik,” ¬†ujarnya.

Dari Kota Pahlawan, kota perjuangan ini, bagaimana pers dan media tidak terlalu berpihak atau partisan? SBY menyebut pers di Indonesia sekarang ini sedang diuji.

“Adakah televisi, radio, koran, media online, yang sangat berpihak, menjadi corong? Adakah pemodal yang memimpin partai tertentu? Adakah pengaruh kekuasan (politik serta uang) sehingga media jauh dari independen? Kalau jawabannya, “ya, ada” maka pekerjaan rumah pers sangat berat. Yang diperlukan saat ini adalah kemauan, keberanian untuk melakukan kebaikan di negeri ini untuk anak cucu kita,” ujar SBY.

Sementara itu, pada kesempatan yg sama juga dilakukan pelantikan pengurus PWI Provinsi Jawa Timur periode 2016-2021 oleh Ketua Umum PWI Pusat Margiono.

“Selamat kepada pengurus PWI Jatim dan tetap profesional dalam bertugas, yaitu bekerja sesuai kode etik jurnalistik dan tidak melanggar norma yg berlaku,” kata Margiono. (bon)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.