Sehari Makan Sekali, Sejumlah Anggota Parpol PDIP Kabupaten Bondowoso Beri Santunan Warga Lumutan

oleh
Sejumlah Anggota Parpol PDIP Kabupaten Bondowoso Beri Santunan Warga Lumutan

BONDOWOSO, PETISI.CO –  Ningsih, warga Dusun Klampok RT.76/14 Desa Lumutan Kecamatan Botolinggo Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, yang hanya sekali makan tiap hari, menjadi perhatian serius dari sejumlah masyarakat.

Tidak hanya itu, Calon Wakil Bupati Bondowoso,  Irwan Bachtiar Rahmat SE.MM, langsung memerintahkan sejumlah anggota Partai Politik (Parpol) PDI Perjuangan, baik  DPC maupun PAC PDI Perjuangan di Kabupaten Bondowoso untuk turun tangan.

Selain itu, Ningsih yang baru melahirkan seorang bayi, menambah penderitaannya, sehingga Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Bondowoso, Rusdi Hasan, dengan Ketua PAC  Kacamatan Botolinggo, yaitu Sutikno mendatangi warga yang kurang beruntung tersebut untuk memberikan bantuan sembako.

“Kami sangat prihatin kondisi Ningsih luput dari perhatian pemerintah, terlebih di dalam rumahnya ada dua balita yang membutuhkan gizi, jika ini tidak ditangani, tidak menutup kemungkinan anaknya akanmengalami gizi buruk, karena ibunya tidak bisa memberinya ASI,” ujar Irwan Bachtiar.

Lebih lanjut Irwan mengungkapkan, pihaknya akan benar-benar serius untuk mengatasi kemiskinan yang melanda Bondowoso.

Sebab, kesejahteraan gizi warga Bondowoso terutama yang berada di bawah garis kemiskinan akan menjadi perioritas dirinya jika nanti terpilih sebagai pemimpin Bondowoso.

“Jika kami dipercaya mengemban amanah untuk membawa Bondowoso menjadi lebih baik,” ungkapnya.

Ditegaskan, terungkapnya kasus Ningsih itu ketika diposting di media sosial (medsos) group Komunitas Warga Jawa Timur, Ningsih selama ini tinggal bertiga bersama dengandua anaknya yang keduanya masih balita.

Sementara suaminya Nono merantau ke Bali untuk menyambung hidup, meski setiap pulang suaminya membawa hasil yang tidak seberapa untuk menghidupi keluarganya.

Sejumlah Anggota Parpol PDIP Kabupaten Bondowoso Beri Santunan Warga Lumutan

Kondisi Ningsih diketahui saat memeriksakan bayi perempuannya di Posyandu, saat dicek oleh petugas, ternyata ASI nya tidak keluar. Bahkan Ningsih mengaku jarang makan, makanpun 1 hari cuma sekali saja, itupun numpanng ke tetangga, karena suaminya merantau dan jarang pulang.

“Saya jarang makan, kalaupun bisa makan itu dibantu oleh tetangga, itupun Cuma sekali makan setiap hari,” kata Ningsih.

Kalau suaminya, kata dia, jarang pulang dan kalaupun pulang hanya membawa hasil yang sedikit, dirinya hanyamengandalkan pemberian dari tetangga. Jika tidak ada bantuan dari tetangga Ningsih tidak makan.

“Suami saya jarang pulang mencari nafkah, kalaupun pulang hanya membawa uang sedikit, bahkan untuk makan keluarga saja kurang,” katanya.

Dia hanya berharap, anak-anaknya tidak nangis, karena jika nangis akan menambah beban yang berat, sehingga bisa membuat depresi dan stress.

“Semoga anak-anak tidak banyak nangis dan tidak membuat saya stress ketika mendengar suara tangisan yang terus menerus karena lapar. Hanya bisa berdoa semuga ada pertolongan dari pihak lain,”imbuhnya. (latif)