SURABAYA, PETISI.CO – Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) mengatakan pendidikan pelatihan (diklat) kepemimpinan untuk eselon III dan IV sangat penting untuk meningkatkan kemampuan kapabilitas, kualitas dan layanan masyarakat.
“Mereka juga harus membangun jejaring. Berteman dengan yang lain dalam rangka melaksanakan tugas-tugas harian,” katanya kepada wartawan usai Penutupan pelatihan kepemimpinan pengawas angkatan III dan IV Pemprov Jatim di Kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Jatim, Rabu (7/10/2020).
Menurutnya, dalam situasi pandemi Covid-19, kita semua tidak bisa bertemu, Widyaiswara dan Kepala BPSDM juga tidak bisa ketemu dan tatap muka. Dengan cara belajar secara vertual, praktis para widyaiswara dan dosen tidak bisa melihat gestur mahasiswa dan muridnya.
“Di dalam penampilan gestur ini, para dosen bisa menilai secara etika, gangguan psikologisnya, saat melaksanakan diklat ini ada yang stres,” ujarnya.
Selain itu, posisi eselon IV harus bisa meningkatkan kapabilitas, karena ujung tombak. “Tapi, kalau eselon IV tidak mau turun ke lapangan dan tidak tahu teknis secara detail, itu malah tidak akan bisa berkembang dengan baik,” cetusnya.
Yang tidak kalah pentingnya, lanjutnya adalah loyalitas. Berkali-kali dia mengingatkan kepada eselon II, bahwa loyalitas adalah pertimbangan yang cukup penting untuk kita mengangkat seseorang menjadi pejabat di atasnya.
“Karena apa, bahwa seluruh keputusan harus betul-betul dilandasi pada loyalitas tadi. Kalau tidak ada itu, sebaiknya tidak usah. Karena bagaimanapun loyalitas ini sangat penting dimiliki oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam merangkai dan memberangkatkan kapal besar ini,” paparnya.
Kepala BPSDM Jatim, Aries Agung menambahkan diklat ini diikuti oleh 80 orang dari eselon III dan IV. Dari jumlah tersebut, 79 orang dinyatakan lulus. “Satu peserta belum lulus, karena terkena Covid-19,” tandasnya. (bm)







