Lamongan, petisi.co – Hasil Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP) tahun 2026 di Wilayah Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur (Wilayah Lamongan) menunjukkan tren positif. Berdasarkan data rekapitulasi, total 731 siswa dari jenjang SMA dan SMK di Lamongan berhasil lolos ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN).
Rincian penerimaan tersebut meliputi:
SMA Negeri: 442 Siswa
SMA Swasta: 125 Siswa
SMK Negeri: 71 Siswa
SMK Swasta: 101 Siswa
Menariknya, sebaran kelulusan tahun ini tidak lagi didominasi oleh sekolah yang selama ini dianggap “pusat kota”, melainkan merata hingga ke sekolah-sekolah penyangga atau wilayah pinggiran.
Data dari Cabang Dinas Pendidikan wilayah Lamongan, SMA Negeri 1 Bluluk menempati urutan tertinggi siswanya lolos jalur SNBP dengan jumlah 58 siswa, disusul SMA Negeri 1 Kedungpring sebanyak 56 siswa. Sementara sekolah perkotaan “favorit” yakni SMA Negeri 1 dan SMA Negeri 2 menempati urutan ke 3 dan 4 dibawah SMA Negeri 1 Bluluk dan SMA Negeri 1 Kedungpring.
Kepala Seksi SMA/SMK Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Lamongan, Sujito, menyatakan bahwa keberhasilan sekolah-sekolah di wilayah pinggiran dalam mengantarkan siswanya ke PTN merupakan buah dari manajemen sekolah yang mumpuni.
“Hasil ini tidak lepas dari manajemen yang bagus. Bagaimana seorang leader atau Kepala Sekolah memberikan motivasi dan membersamai tenaga pendidik dalam mengawal kompetensi siswa,” ujar Sujito saat dikonfirmasi, (Selasa, 07/4/2026).
Ia menekankan bahwa inovasi sekolah menjadi faktor penentu. Sesuai arahan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, setiap sekolah didorong untuk terus berinovasi guna mendukung minat dan bakat siswa agar tepat sasaran saat memilih jurusan di PTN.
Terkait pandangan orang tua yang masih terpaku pada sekolah-sekolah tertentu di pusat kota, Sujito memberikan edukasi bahwa kualitas lulusan tidak lagi ditentukan oleh lokasi sekolah, melainkan oleh kemauan belajar siswa dan dukungan fasilitas yang kini sudah merata.
“Tidak ada jaminan sekolah di pusat pasti langsung lolos seleksi tertentu. Ibarat intan, ditaruh di mana pun akan tetap cemerlang. Kami terus memotivasi orang tua agar yakin bahwa sekolah di wilayah mana pun di Lamongan memiliki peluang yang sama untuk sukses di jalur prestasi,” tambahnya.
Sujito juga mengapresiasi peran Guru Bimbingan Konseling (BK) yang proaktif mengarahkan siswa sesuai kriteria nilai dan bakat. Apalagi, siswa saat ini dinilai lebih kritis dalam mencari informasi melalui teknologi untuk menentukan strategi masuk PTN, baik melalui jalur SNBP, jalur tes (SNBT), maupun mandiri.
“Jalur prestasi ini menjadi kebanggaan (pride) bagi sekolah. Kami berharap ke depan, manajemen operasional dan anggaran sekolah terus difokuskan pada pengembangan inovasi untuk menjamin masa depan anak didik kita,” pungkasnya. (yus)





