Sembilan Orang Terpapar Mutasi Covid-19 India di RSLI Dinyatakan Sembuh

oleh -54 Dilihat
oleh
Suasana RSLI yang menjadi tempat perawatan pasien Covid-19 mutasi India di Jawa Timur. (ist)
-->

SURABAYA, PETISI.CO  – Penanggungjawab Rumah Sakit Lapangan Indrapura Surabaya, Laksamana Pertama TNI dr. I Dewa Gede Nalendra Djaya Iswara, Sp.B., Sp. BTKV menyatakan, hingga sabtu kemarin RSLI telah mendapatkan konfirmasi mengenai 10 sampel yang diambil dari pasien klaster Bangkalan.

Dari sampel tersebut, didapatkan hasil 9 terkonfirmasi varian baru Delta B.1.617.2 (India) dan 1 terkonfirmasi varian lokal B.1.466.2.

“Dapat disimpulkan bahwa covid-19 yang merebak di Bangkalan diantaranya adalah varian baru Delta (India). Dari 9 orang tersebut satu orang rujuk ke Bojonegoro dan 8 orang tetap dirawat di RSLI,” ungkap Nalendra sesuai dengan keterangan tertulisnya, Kamis (24/6/2021).

Nalendra mengungkapkan, semua pasien yang tekonfirmasi tersebut telah dirawat dengan baik, dan semuanya sudah dinyatakan sembuh dan bisa pulang/KRS (Keluar Rumah Sakit) oleh Dokter Penanggung jawab Pasien (DPJP).

Sesuai KMK, mereka telah menjalani perawatan lebih dari 10 hari dan dengan swab PCR dua kali negatif mereka dinyatakan sembuh.

“Dua pasien bisa pulang setelah 14 hari perawatan, sisanya pulang setelah 15 dan 16 hari perawatan dan pengobatan di RSLI,” ujarnya.

Berdasarkan hasil tersebut, semua pasien varian baru delta (India) yang dirawat di RSLI telah sembuh, dan pulang ke rumah masing-masing serta menjalani isolasi mandiri 3-5 hari untuk memastikan kondisinya baik, tidak ada gejala susulan yang muncul serta kondisi tubuh mengalami pemulihan.

“Selama menjalani isolasi mandiri tambahan tersebut, mereka dimonitoring oleh PKM dan Dinkes setempat serta mendapatkan dampingan dari Relawan Pendamping PPKPC-RSLI untuk membantu mengatasi permasalahan non-medis pasca pemulangan,” kata Nalendra.

Dengan keberhasilan penanganan pasien varian baru di RSLI, ia menyatakan bahwa masyarakat tidak perlu terlalu takut dengan varian baru, namun demikian harus tetap menjalankan protokol kesehatan dengan ketat, baik dan benar.

“Menghadapi kondisi sekarang, perlu perubahan perilaku hidup bersih dan sehat dengan kebiasan baru 5M yang harus ditekankan oleh pemerintah dan dijalankan oleh seluruh warga masyarakat. Semua lapisan masyarakat diharapkan bahu membahu mengatasi kondisi ini, tetap tenang dan tidak panik mencermati situasi yang ada. Semua hendaknya bisa mengikuti arahan dan langkah sesuai keputusan dari pemerintah,” paparnya.

Hingga saat ini, lanjutnya, kapasitas RSLI sejumlah 410 bed, dan pada siang ini jumlah pasien yang dirawat 291 orang, karena hari ini ada “wisuda” penyintas atau pemulangan sejumlah 52 orang, 31 diantaranya pasien dari klaster Bangkalan.

“Namun jumlah pasien yang dirawat akan segera bertambah karena jumlah inden (daftar tunggu) pasien sejumlah 113 orang dan jumlahnya terus bertambah,” urai Nalendra.

Kendati demikian, selain sumbangan dari klaster Bangkalan, jumlah pasien yang masuk maupun inden juga banyak berasal dari umum dan keluarga yang berasal Surabaya serta beberapa dari Sidoarjo, Gresik dan kota sekitarnya. Memang menghadapi melonjaknya hunian serta penuhnya sejumlah RS di Surabaya dan Jatim akhir-akhir ini, RSLI menjadi alternatif dalam penanganan penderita covid-19.

“Kami selalu siap menjalankan tugas negara  memberikan layanan bagi penderita covid-19 semaksimal yang bisa berikan. Semoga masyarakat tetap mejalankan protokolkesehatan dengan baikdan konsisten sehingga tidak terjadi lonjakan penderita covid-19 dan pandemisegera berakhir.” pungkas Nalendra. (dwd)

No More Posts Available.

No more pages to load.