Serabeh Lodeh, Sajian Unik yang Bikin Ketagihan di Tuban

oleh
oleh
Seporsi serabeh dengan kuah lodeh khas Kabupaten Tuban

Tuban, petisi.co – Jika biasanya serabeh disantap dengan santan atau parutan kelapa, kali ini ada yang berbeda di Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Menyajikan serabeh dengan kuah lodeh, Sugeng (64) dan istrinya, Kasmah (58), membuka warung sederhana yang menjadi favorit para anak muda yang begadang, Senin (28/04/2025).

Di Dusun Bongkol, Desa Sumurgung, Kecamatan Tuban, Sugeng memulai usaha kuliner yang sudah dijalani selama 17 tahun. Setiap malam, mereka menyajikan serabeh yang unik dengan kuah lodeh, memberikan cita rasa yang berbeda dari serabeh biasa yang biasanya menggunakan kelapa parut.

“Jualan serabeh lodeh sudah 17 tahun, warisan dari orang tua yang saya teruskan,” ujar Sugeng sembari melayani pembeli.

Meskipun malam kian larut, Sugeng dan Kasmah tetap semangat menyiapkan adonan serabeh di rumah mereka. Tepung beras dan bumbu racikan khas menjadi bahan utama pembuatan serabeh yang langsung dipanggang di atas tungku gerabah. Aroma harum yang khas langsung menyambut saat Sugeng membuka lapak sekitar pukul 22.30 WIB.

“Dalam semalam bisa habis lima kilogram tepung. Selain serabeh lodeh, kami juga jual lontong lodeh, telur, dan kerupuk,” jelasnnya.

Yang membuat serabeh ini berbeda adalah kuah lodehnya yang gurih dan hangat. Tidak hanya serabeh, Sugeng juga menyediakan lontong dan kuah santan. Namun, serabeh lodeh menjadi pilihan favorit para pelanggan yang lebih menyukai rasa gurih dan lezat yang cocok dinikmati di malam hari.

Para pelanggan bisa langsung memilih serabeh dan menu lainnya, lalu menikmatinya di teras rumah yang juga berfungsi sebagai warung. Suasana yang akrab dan santai membuat warung ini selalu ramai setiap malam.

“Lodehnya berisi telur, labu, dan mie. Harga serabeh hanya seribu, lontong lodeh mulai dari Rp 4.000, kalau ditambah kuah dan telur jadi Rp 5.000. Serabeh lodeh paling banyak disukai,” pungkas Sugeng.

Mayoritas pelanggan yang datang adalah anak muda yang begadang atau baru pulang kerja lembur. Serabeh lodeh menjadi pilihan yang tepat sebagai pengganjal lapar karena harganya yang terjangkau, rasanya yang enak, serta mengenyangkan. Selain itu, serabeh dipercaya mengandung karbohidrat kompleks yang memberikan energi tahan lama.

Sementara itu, Yusuf (28) pelanggan setia serabeh lodeh mengungkapkan, serabeh ini memiliki cita rasa yang unik dan gurih. Biasanya serabeh di santap dengan santan, kali ini hanya di Tuban ada serabeh yang pakai kuah lodeh.

“Lagi menikmati serabeh lodeh, harganya cukup murah. Ini hanya ada di Tuban saja, unik dan gurih rasanya,” ujarnya.

Harga yang murah menjadi daya tarik tersendiri. Satu lembar serabeh hanya dihargai Rp 1.000, sementara lontong lodeh dijual mulai Rp 4.000, dan dengan tambahan kuah serta telur, harga bisa naik menjadi Rp 5.000 hingga Rp 7.000.

Jika Anda tertarik mencoba serabeh lodeh khas Pak Sugeng, datang saja ke Desa Sumurgung, sekitar lima kilometer dari pusat kota Tuban. Dengan harga yang ramah di kantong dan rasa yang luar biasa, Anda pasti akan ketagihan!. (ric)