Serah Terima Lahan dan Pengukuhan Kaur LKSA Rungkut, Upaya Perluas Pengasuhan Anak Asuh

oleh -162 Dilihat
oleh
Pengurus LKSA Muhammadiyah Rungkut

Surabaya, petisi.co – Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Muhammadiyah Rungkut melaksanakan kegiatan serah terima pembelian lahan baru sekaligus pengukuhan Kepala Urusan (Kaur) LKSA sebagai upaya memperluas area pengasuhan, seiring dengan peningkatan jumlah anak asuh setiap tahunnya.

Acara ini berlangsung di sela-sela Puncak Milad Muhammadiyah ke-113 di Asrama LKSA Muhammadiyah Medokan Ayu, Rungkut pada Minggu (7/12/2025), yang dihadiri ketua PW Muhammadiyah Prof Dr dr Sukadiono MM, dengan tema “113 Tahun Muhammadiyah Memperkuat Pilar Kemanusiaan dan Merajut Solidaritas Global”.

Ketua Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Surabaya, Ferry Yudi Antonis Saputra, dalam sambutannya menjelaskan bahwa lahan baru dibeli oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah Rungkut.

“Semakin tahun, jumlah anak yang kita asuh semakin banyak sehingga membutuhkan perluasan lahan,” ujarnya.

Saat ini, LKSA mengasuh 47 anak dengan usia beragam, mulai dari bayi di bawah satu tahun (4 anak) hingga mahasiswa (6 anak). Pembelian lahan didukung penuh oleh para donatur.

“Alhamdulillah, para donatur yang berhati mulia bersedia mendonasikan rezekinya agar anak-anak mendapatkan tempat yang lebih layak,” imbuh Ferry Yudi.

Ia juga menyampaikan harapan agar LKSA terus berkembang dan meningkatkan layanan, serta menghimbau masyarakat khususnya donatur untuk terus menyalurkan rezeki demi kelangsungan hidup anak asuh.

“Kami berharap mereka bisa mendapatkan pengasuhan dan pendidikan terbaik, menjadi generasi yang cemerlang,” tegasnya.

Selanjutnya Ketua  MPKS Pimpinan Daerah Muhammadiyah Surabaya melantik dan Kaur LKSA Muhammadiyah Rungkut.

Suprapto, Kepala Panti Asuhan Muhammadiyah Medokan menerangkan bahwa LKSA Muhammadiyah Rungkut telah berdiri sejak tahun 2011, dengan kegiatan harian anak-anak asuh, berfokus pada pendidikan dan pembinaan karakter yang integral.

“Anak-anak memulai hari sebelum subuh, kemudian salat berjamaah, mengaji, sarapan pagi, dan bersiap untuk berangkat sekolah,” jelasnya

Ia menambahkan untuk anak-anak SD dan TK diantar jemput, sementara yang SMP menggunakan sepeda angin/ontel, dan yang SMA menggunakan sepeda motor.

“Total pengurus yang mengelola panti asuhan ini adalah 9 orang,” pungkasnya. (joe)

No More Posts Available.

No more pages to load.