Serap Aspirasi Publik, DPC PKB Sidoarjo Gelar Dialog Bersama Elemen Masyarakat

oleh -1249 Dilihat
oleh
Ketua DPC PKB Sidoarjo sekaligus Ketua DPRD Sidoarjo, Abdillah Nasih pastikan seluruh aspirasi masyarakat akan diperhatikan

Sidoarjo, petisi.co – Dewan Pimpinan Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (DPC PKB) Kabupaten Sidoarjo menggelar kegiatan penyerapan aspirasi publik dalam bentuk dialog dua arah bersama sejumlah elemen masyarakat, di Jie Poek DW Resto Sidoarjo, Minggu (28/9/2025).

Acara ini dihadiri berbagai perwakilan masyarakat mulai dari tokoh agama, pemuda Anshor, Muslimat NU, pelaku UMKM, civitas akademika, Forum pedagang pasar, Perkumpulan Pedagang Jalanan Indonesia (Pedalindo) hingga Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI). Forum dialog berlangsung hangat dan interaktif, dengan banyak masukan serta harapan yang disampaikan langsung kepada wakil rakyat dari Fraksi PKB Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sidoarjo.

DPC PKB Sidoarjo menggelar dialog penyerapan aspirasi publik bersama elemen masyarakat

Ketua DPC PKB Sidoarjo sekaligus Ketua DPRD Kabupaten Sidoarjo, H. Abdilah Nasih, menegaskan setiap aspirasi masyarakat akan menjadi catatan penting bagi Fraksi PKB. Dari beragam usulan yang disampaikan, Abdilah menyoroti dua hal yang menjadi perhatian serius untuk segera ditindaklanjuti. Yakni angka pengangguran dan putus sekolah di Sidoarjo yang cukup tinggi.

“Semua masukan kami terima sebagai bahan pemikiran untuk perencanaan pembangunan tahun 2026. Dari banyak masukan, ada dua hal, yang patut menjadi perhatian serius kami di DPRD Sidoarjo. Pertama, persoalan pengangguran terbuka yang masih tinggi. Kedua, angka putus sekolah atau angka tidak sekolah yang juga cukup tinggi. Dua persoalan ini harus segera mendapat solusi bersama, karena menyangkut masa depan masyarakat Sidoarjo,” jelasnya.

Dialog DPC PKB Sidoarjo dan elemen masyarakat berlangsung hangat  dan interaktif

Menurut Cak Nasih panggilan akrabnya, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Sidoarjo cukup tinggi. Hal ini disebabkan tidak terserapnya tenaga kerja dari warga ber-KTP Sidoarjo di industri yang ada di kota delta. Ke depan, Pihaknya akan mendorong agar raperda terkait ketenagakerjaan lebih memprioritaskan warga Sidoarjo.

“Sidoarjo banyak industri, namun jumlah warga lokal yang bekerja di pabrik-pabrik ini masih sedikit. Saya melihat ini terjadi akibat kurang terakomodirnya warga Sidoarjo dan lemahnya penataan. Ini menjadi PR kami untuk menyiapkan pembenahan raperda ketenagakerjaan di waktu mendatang,” tandasnya.

Demikian pula dengan permasalahan pendidikan, imbuhnya, masih ditemukan banyak Anak Tidak Sekolah (ATS) atau anak putus sekolah. Sebagai wakil rakyat, fraksi PKB akan berjuang mengawal perda terkait pendidikan anak.

“Jangan lagi ada anak tidak mampu melanjutkan sekolah atau ATS di Sidoarjo. Supaya harapan ini bisa tercapai, kami akan mengevaluasi perda yang sudah ada atau mendorong terciptanya perda baru yang mengatur dan memberikan kemudahan bagi mereka. Sehingga semua anak mendapat kesempatan yang sama untuk bisa sekolah,” ungkap politisi senior yang dikenal ramah dan murah senyum ini.

Abdilah Nasih menegaskan, PKB berkomitmen penuh memperjuangkan semua kepentingan publik. Tidak hanya bicara soal pengangguran dan kesempatan pendidikan bagi anak dari keluarga kurang mampu. Namun juga semua persoalan masyarakat akan diatur melalui kebijakan strategis di DPRD.

“Kami mendorong program pemerintah daerah agar lebih berpihak kepada masyarakat.PKB juga akan terus membuka ruang dialog seperti ini, guna menyerap aspirasi. Harapannya, agar arah perencanaan pembangunan bisa tepat sasaran dan tujuan,” ujarnya.

Cak Nasih mengaku dialog yang menghadirkan seluruh anggota fraksi PKB seperti ini penting untuk rutin digelar. Sebagai upaya mendekatkan diri kepada masyarakat. Terlebih para peserta memberi respon luar biasa atas digelarnya ruang dialog semacam ini. Mereka berharap budaya dialog bisa dilakukan secara rutin dan berkala agar komunikasi antara masyarakat serta wakil rakyat semakin erat.

“Dialog fraksi PKB bersama elemen masyarakat ini merupakan level pertama. Sebelumnya di masing-masing anggota, sudah dilakukan dialog seperti jaring aspirasi atau ketika reses. Karena respon masyarakat sangat baik, maka ke depan akan kita gelar kegiatan semacam ini secara rutin. Sebagai bahan masukan kami dalam pembahasan perencanaan APBD maupun perda,” tegasnya.

Dialog ditutup dengan komitmen bersama untuk menjadikan aspirasi rakyat sebagai dasar kerja politik dan pembangunan di Kabupaten Sidoarjo. (luk)

No More Posts Available.

No more pages to load.