Setahun Dibangun Plengsengan Walidono Ambruk

oleh -114 Dilihat
oleh
Plengsengan yang ambrol

BONDOWOSO, PETISI.CO – Proyek pembangunan plengsengan atau tebing benteng sungai di Dusun Terrongan, Desa Walidono, Kecamatan Prajekan, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur,  rusak. Padahal, bangunan tersebut dibangun ahir 2017. Plengsengan dibangun dengan dana desa (DD) 2017.

 

Salah satu tokoh masyarakat Desa setempat mengatakan, proyek itu sudah ambruk berkeping-keping. Kuat dugaan, kerusakan disebabkan faktor kualitas, karena  baru setahun, plengsengan itu sudah ambruk.

”Belum genap satu tahun proyek itu sudah ambruk. Padahal, program itu pula anggaran tahun 2017, tapi tolong nama saya jangan disebutkan”pintanya.

Sungai, ini, jelas tokoh  tersebut, membutuhkan tebing agar tidak terkeruk. Sebab, arus air sungai ini deras. Apabila tidak ada tebing penguat, kerusakan akan semakin melebar.

“Untuk pembangunan plengsengan disungai ini, butuh kwalitas yang baik, karena di atasnya sungai banyak rumah warga. Jadi untuk membangun plengsengan sebagai benteng, butuh kwalitas yang baik tidak seperti bangunan yang ambruk ini,”katanya sambil mengimbuhkan, kualitas proyek ini, perlu dievaluasi.

Terutama, mengenai campuran semen dalam pengecoran. Apabila komposisi cor memadai, tentu tidak akan mudah rusak. “Kemudian, pelaksana kegiatan juga harus bertanggung jawab melakukan perbaikan ulang. Apabila dibiarkan, kerusakan akan merembet lebih luas,” imbuhnya.

Kepala Desa (Kades) Walidono Muhlis Hartono, ketika dikonfirmasi melalui handphone miliknya dengan nomor 085288791XXX menjelaskan, memang kerusakan itu benar terjadi, dan itu kena banjir. “Kejadian itu, saya sudah lapor ke Bupati Bondowoso, Drs. Amin Said Husni dan  juga kepada Plt Sekda Bondowoso, Drs. Karna Suswandi, MM,” tuturnya.

Dan rusaknya plengsengan itu, Pemerintah desa (pemdes), bakal melakukan perbaikan. ”Akan saya  perbaiki, ini masih  musyarah desa (musdes) yang melibatkan Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Sedangkan untuk perbaikan plengsengan itu, juga nunggu Anggaran Belanja Pendapatan Desa (ABPDes),” janjinya.

Terkait ambruknya proyek plengsengan tersebut, kepala kantor Inspektorat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso, Ir. Wahyudi Tri Atmadji, MM., menyebutkan, bahwa rusaknya plengsengan di Dusun Terrongan, itu kena bencana alam.

“Itu bencana alam, laporannya sudah ada”ungkapnya. Untuk perbaikan, lanjut dia, bisa dari Dana Desa 2018. “Nanti untuk perbaikannya bisa juga melalui perubahan APBDes,” pungkasnya. (latif)