Setahun Rusak, Jembatan Kedak Berdampak

oleh
Jembatan Kadak setahun rusak

KEDIRI, PETISI.CO  – Selama setahun belakangan ini, Jembatan Kedak yang berada di Desa Kedak, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri, mengalami kerusakan. Kerusakan jembatan penghubung pada jalur utama di sejumlah desa itu membawa dampak besar bagi ekonomi warga sekitar. Bahkan, sejumlah tempat wisata Kecamatan Semen yang berada pada jalur jembatan harus rela tutup.

Bhabinkamtibmas Desa Joho, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri, Bripka Prastowo mengatakan, banyak warga yang mengeluh atas rusaknya Jembatan Kedak. Menurutnya, akibat kondisi jembatan yang hampir setahun tidak segera diperbaiki dalam akhirnya membawa dampak bagi ekonomi warga. “Warga disini mayoritas petani dan berdagang. Akibat adanya jembatan yang merupakan jalur utama warga ini akhirnya membuat warga kesulitan transportasi. Warga selalu mengeluh dan tanya kapan Pemerintah Kabupaten Kediri segera ambil tindakan agar ekonomi warga tidak lesu,” ujarnya, Selasa (9/5/2017).

Tak hanya dampak ekonomi warga, sejumlah lokasi wisata yang berada di jalur tersebut juga ikut terdampak. Salah satunya wisata Sumber Podang yang berada di Desa Joho, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri. Alhasil, kini pemasukan pada tiket masuk di wisata tersebut semakin minim. Selain itu, wisata Waterpark di Desa Pagung kini harus rela merumahkan sejumlah karyawannya. Pasalnya, tidak adanya jalur alternatif roda empat membuat pemasukan tempat wisata tersebut berkurang.

Sementara itu, Kaur Kesra Desa Kedak, Marjuki mengaku, sudah sempat menanyakan kapan jembatan tersebut diperbaiki. Sebab, pihaknya selama ini sering mendapat keluhan dari warga sekitar jembatan. “Sudah kita koordinasikan dengan Pemerintah Kabupaten Kediri, infonya bulan April diperbaiki, tapi kita juga belum tahu kenapa sampai sekarang belum ada kelanjutan informasinya,” katanya.

Sekedar diketahui, Jembatan Kedak sepanjang 14 meter dengan tinggi 9 meter yang membentang di Sungai Kedak sudah rusak hampir setahun. Jembatan tersebut rusak setelah tiang pancang tengah ambruk karena tergerus arus sungai. (dun)