Siap Hadapi New Normal Ponpes Darussalam Madiun Terapkan Protokol Kesehatan  

oleh -76 Dilihat
oleh
Bupati Madiun melihat kesiapan pembukaan ponpes Darussalam.

MADIUN, PETISI.COPemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun tengah bersiap menghadapi kenormalan baru atau new normal di beberapa sektor kehidupan. Di dunia pesantren misalnya, Pemkab Madiun menggandeng Pondok Pesantren Darussalam Mekar Agung di Desa Pucanganom, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun memulai membuka aktivitas kembali setelah dua bulan tutup sebagai dampak pandemi Covid-19. Para santri pun mulai berdatangan di ponpes tersebut, Senin (8/6/2020).

Pantauan petisi.co di Ponpes Darussalam Mekar Agung, Senin siang, pengurus pondok beserta tim Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Madiun terlihat bersiaga di akses menuju pondok. Seluruh santri yang akan masuk ke pondok wajib menjalani pemeriksaan.

Tim gabungan Gugus Covid-19 Kabupaten Madiun yang terdiri dari BPBD dan Dinas Kesehatan bersama pengurus ponpes mendirikan tiga pos check point di sepanjang jalan menuju Ponpes Darussalam.

Saat pertama kali tiba, santri beserta walinya harus berhenti di pos penjagaan pertama. Baik santri dan walinya kemudian disemprot menggunakan cairan disinfektan. Seluruh barang bawaan santri juga tidak luput dari pemeriksaan.

Setelah itu, santri akan diperiksa kembali di pos dua yang ada di depan pondok. Santri tersebut juga kembali disemprot menggunakan cairan disinfektan beserta barang bawaannya. Setelah selesai diperiksa di pos kedua, para santri melanjutkan di pos terakhir dan akan menjalani rapid test.

“Seluruh santri yang baru tiba di pondok harus menjalani pemeriksaan ini. Seluruhnya harus menjalani rapid test,” kata Ali Mahfud, pengurus Ponpes Darussalam Mekar Agung, saat ditemui di pos pemeriksaan pertama.

Pimpinan Ponpes Darussalam Mekar Agung, KH. Abdul Aziz, mengatakan jumlah santri di ponpes ini ada sekitar 1.000 orang. Untuk kedatangan para santri pada saat kondisi pandemi ini sengaja dibuat beberapa gelombang. Hal ini sebagai upaya untuk mencegah adanya kerumunan.

Untuk gelombang pertama pada Senin ini hanya ada 78 santri tahfidz. Gelombang kedua yakni pada tanggal 15 Juni akan ada 400 santri yang datang. Gelombang ketiga pada 22 sampai 29 Juni untuk kedatangan santri dari luar Jawa, seperti santri dari Sumatera dan Kalimantan.

“Ini kita lakukan supaya benar-benar aman. Bagi santri yang datang pun harus menjalani karantina terlebih dahulu,” kata dia.

Rapid test pada santri Ponpes Darussalam.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun, dr Sulistiyono saat diwawancarai di Ponpes Darussalam mengatakan semua santri yang tiba akan diperiksa sesuai protokol kesehatan mulai dari pengecekan suhu tubuh, membersihkan tangan dengan hand sanitizer, penyemprotan disinfektan ke tubuh santri dan barang bawaan hingga dilakukan rapid test.

Santri disemprot cairan disinfektan oleh petugas di check point’.

“Kita berharap semua santri yang masuk pondok pesantren dalam kondisi sehat dan steril,” kata dr. Sulistiyono. (adv/iwe)

No More Posts Available.

No more pages to load.