Magetan, petisi.co – Komisi B DPRD Kabupaten Magetan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke kawasan wisata Telaga Sarangan bersama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Magetan, Kamis (8/1/2026).
Kunjungan dalam daerah tersebut dilakukan sebagai bagian dari evaluasi pelaksanaan libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), sekaligus menindaklanjuti isu viral terkait harga makanan di salah satu rumah makan di Sarangan.
Ketua Komisi B DPRD Magetan, Hj. Rita Haryati, menyampaikan bahwa hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan jumlah kunjungan wisatawan selama libur Nataru. Menurutnya, Sarangan masih menjadi destinasi wisata unggulan dan populer di Jawa Timur.
“Alhamdulillah angka kunjungan ke Telaga Sarangan naik cukup lumayan. Kami juga melihat langsung fasilitas-fasilitas umum yang ada, sebagai bahan evaluasi untuk berbenah di tahun-tahun ke depan, apa saja yang perlu diperbaiki dari Sarangan,” ujar Rita.
Meski demikian, Rita mengakui bahwa Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata Sarangan belum sepenuhnya mencapai target. Hal tersebut dikarenakan proses perhitungan masih berjalan. Namun ia menegaskan, dengan meningkatnya jumlah kunjungan, otomatis pendapatan daerah juga ikut bertambah.
Terkait isu viral harga makanan di Sarangan, Rita menegaskan bahwa DPRD bersama Disbudpar telah menindaklanjuti persoalan tersebut. Ia menilai, rumah makan yang bersangkutan telah memasang daftar harga sehingga konsumen seharusnya sudah mengetahui harga sebelum memesan.
“Kami tidak bisa ikut campur dalam penentuan harga, karena setiap rumah makan, kafe, dan resto punya daftar harga masing-masing. Ya mungkin bila mana harga tersebut dinilai kemahalan mungkin bisa mencari tempat yang lain untuk makan dan minum, Kan banyak juga tempat makan yang ada di Sarangan,” jelasnya.
Menurut Rita, viralnya isu tersebut memiliki dampak positif dan negatif. dampak positifnya, Sarangan semakin dikenal luas dan memicu rasa penasaran wisatawan. Sementara dampak negatifnya adalah muncul anggapan bahwa wisata di Sarangan mahal.
“Dengan viralnya itu, Sarangan semakin terkenal, orang yang belum pernah ke Sarangan menjadi antusias atau pengen tahu kayak apa sih Sarangan, kenapa bisa se-viral itu Tapi negatifnya ya di Sarangan kok mahal banget,” kata Legislator PDI-Perjuangan.
Namun ia menilai, dari nota yang beredar, jumlah pesanan memang cukup banyak sehingga nominal yang muncul bukan untuk jumlah pengunjung yang sedikit. Selain itu, Komisi B DPRD Magetan juga kembali mendorong penerapan sistem E-Ticketing di kawasan wisata Sarangan.
“Terkait wacana E-ticketing kami terus mendukung Kami terus mempertanyakan di saat-saat rapat dengan komisi DPRD, serta rapat di Banggar kami selalu mendorong untuk E-ticketing itu segera dijalankan,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Disbudpar Magetan, Joko Trihono, mengaku pihaknya mendapatkan apresiasi dari Komisi B DPRD atas respons cepat terhadap isu viral tersebut. Ia menegaskan, Disbudpar tidak berwenang untuk mengintervensi harga yang ditetapkan pelaku usaha, karena berkaitan dengan biaya produksi masing-masing.
“Namun secara prinsip, karakter ‘getok harga’ inilah yang harus kita tekan bersama. Kami menghimbau wisatawan agar menjadi konsumen yang cerdas dan bijak, selalu menanyakan harga sebelum memesan,” ungkap Joko.
Disbudpar juga terus melakukan edukasi kepada wisatawan maupun pelaku usaha pariwisata agar menjaga kualitas pelayanan. Menurut Joko, perilaku pelayanan yang kurang baik dapat mencederai citra wisata Sarangan dan membuat wisatawan berpikir ulang untuk berkunjung kembali.
“Kita harus bersama-sama menjaga Telaga Sarangan sebagai andalan wisata Kabupaten Magetan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Joko juga mengajak pelaku industri pariwisata dan travel agent untuk mulai memikirkan konsep paket wisata terpadu antar daerah, seperti Sarangan, Telaga Ngebel, Tawangmangu, hingga destinasi lain di sekitarnya.
“Kalau destinasi-destinasi ini dipaketkan, semuanya akan mendapat madunya (manfaat). Kami terus mendorong travel agent untuk mendesain paket wisata agar masing-masing destinasi bisa saling mendukung dan melengkapi kunjungan wisata,” pungkasnya. (mas)






