PETISI.CO
Saksi Debora Wirastuti Setyaningsih memberi kesaksian pada sidang praperadilan.
HUKUM

Sidang Praperadilan, Saksi Debora Jelaskan Kronologis Perampasan

SURABAYA, PETISI.COSidang lanjutan praperadilan dipimpin Hakim Tunggal IGN Bhargawa, di Pengadilan Negeri Surabaya, Rabu (7/4/2021) memeriksa saksi fakta. Debora Wirastuti Setyaningsih dan Krisjono, istri dan mertua David dari pihak pemohon.

Praperadilan ini dimohonkan David (pelapor) didampingi tim kuasa hukumnya, Andry Ermawan dan Lukas Santoso. Terkait Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) dugaan perampasan barang milik David di Lebak Permai II/53 Surabaya pada 12 Juni 2020 siang.

Di depan Hakim Bhargawa, saksi Debora mengungkapkan peristiwa pidana yang diduga dilakukan Hendrawan Teguh beserta istrinya, Chandra Heniati kepada dirinya.

“Jumat siang itu Hendrawan beserta istrinya yang bernama Candra dan didampingi oknum polisi yang berpakaian preman mendatangi rumah kontrakan saya di Lebak Permai II/53 Surabaya. Mereka datang setelah ditelepon Koko,” kata Debora.

Baca Juga :  Ditunda, Sidang Praperadilan Kasus Penjarahan Satwa KBS

“Saya dituduh menggelapkan uang perusahaan sebanyak Rp 14 miliar. Pak Hendrawan mengancam akan menghabisi saya, sedangkan bu Candra akan mempolisikan saya, sebab mereka berdua mempunyai banyak uang,” lanjut Debora.

Debora, disuruh menyerahkan barang-barang berharga miliknya. Mereka menuding kalau barang berharga yang ada di rumah kontrakannya tersebut adalah milik saya.

Mereka minta STNK mobil dan motor. Kemudian Candra mengeluarkan rekening bank yang saya miliki dari dalam tas saksi.

“Padahal mobil itu milik mertua saya yang dibeli dari hasil uang pesangon, sedangkan dua motor milik suami saya. Satu dibeli dari hasil warisan dan satu lagi secara kredit,” lanjut Debora.

Setelah itu, masih kata saksi Debora, Candra menyuruh Koko membeli meterai. Lalu memaksa dirinya menandatangani kwitansi kosongan, dan menyuruhnya ganti pakaian diajak ke Polrestabes.

Baca Juga :  Kapolsek Sumberrejo Sampaikan Pesan Kamtibmas Lewat Safari Jumat

“Di tengah jalan, diajak ke rumah Fitri. Fitri juga karyawan Hendrawan. Kemudian saya dan Fitri disekap tiga jam di kantor Hendrawan sebelum dikeler ke Polsek Sawahan,” papar Debora.

Ditanya hakim Bhargawa siapa nama oknum polisi yang mendatangi rumahnya? Saksi Debora menjawab Tri Heri. “Dia mengaku sebagai kepalanya polisi,” jawab saksi Debora.

Ditanya lagi oleh hakim kenapa saksi Debora bersedia tanda tangan di atas meterai?

“Saya ketakutan dan diancam Pak Hakim,” jawab Debora.

Sementara saksi Krisjono dalam sidang mengaku tidak tahu persis isi pembicaraan antara Debora dengan Hendrawan Teguh beserta istrinya, Chandra Heniati.

Baca Juga :  Jaga Keamanan Kampung, Main Judi Remi, Digerebek Polisi

Dia amun hanya tahu kalau mobil Terios miliknya beserta dua motor milik David, menantunya, dibawa oleh orang-orang suruhan Candra.

“Mobil dibawa Koko, sedang sepeda motor dibawa orang suruhannya Ibu Candra,” kata Krisjono.

Ditanya Hakim Tunggal IGN Bhargawa apakah benar mobil itu miliknya? Saksi Krisjono mengatakan memang benar.

“Itu hadiah pensiun saya yang bekerja 25 tahun di PT Indah Plastik Jalan Rungkut Industri 3 nomer 14. Saya dapat hadiah dua mobil dari perusahaan,” jelas dia.

Diketahui, permohonan praperadilan ini diajukan oleh David atas terbitnya Surat perintah penghentian penyelidikan (SP3) Nomor S.PPP/70/II/RES.1.8/2021/Satreskrim tertanggal 10 Februari 2021 dalam Penyidikan Laporan Polisi Nomor: LP/B/546/VI/RES.1.8/2020/Jatim/Restabes Sby terhadap Hendrawan dkk. (pri)

terkait

Keluarga Penganiayaan di Bawah Umur Keluhkan Penanganannya  

redaksi

Oknum PNS Cabul Terancam Hukuman Indispliner

redaksi

45 Motor Knalpot Brong Diamankan Satlantas Polres Bojonegoro

redaksi
Open

Close